Thursday, October 1, 2026

KITAB THAHARAH

BAB 1: AIR

–  Air Suci dan Menyucikan

– Larangan Mandi atau Buang Air Kecil di Air yang Diam

– Larangan Mandi dari Sisa Air Orang Lain

– Cara Menyucikan Bejana yang Dijilat Anjing

– Hukum Kucing, Tikus, Keledai dan Sejenisnya

– Cara Menyucikan Tanah dari Najis

– Dua Jenis Bangkai dan Darah yang Halal

– Hukum Bangkai Hewan yang Darahnya Mengalir dan tidak Mengalir

– Hukum Bagian Tubuh Hewan yang Dipotong dari Hewan Hidup

BAB 2: WADAH

– Larangan Makan dan Minum Menggunakan Wadah dari Emas atau Perak

– Hukum Kulit, Tulang, Rambut, Wol, dan Bulu Bangkai Hewan

– Hukum Makan dengan Menggunakan Wadah Kaum Ahli Kitab

BAB 3: MENGHILANGKAN NAJIS DAN PENJELASANNYA

– Hukum Khamar

– Hukum Keledai Jinak

– Hukum Unta

– Hukum Air Kencing, Mani, Madzi, Wadi, dan Air Kencing Anak Kecil

– Cara Membersihkan Darah Haidh dari Pakaian

BAB 4: WUDHU

– Wudhu dan Disunahkan Bersiwak dalam Berwudhu

– Wudhu yang Sempurna

– Mengusap Kepala Sekali Saja

– Setan Bermalam di Lubang Hidung

– Menyela-nyela Jari-jari dan Berkumur dalam Berwudhu

– Menyela-nyela Jenggot dalam Berwudhu

– Berwudhu dengan Air yang Sedikit

– Keutamaan Wudhu

– Mendahulukan yang Kanan dari yang Kiri

– Tertib dalam Membasuh Anggota Wudhu

– Membaca Basmallah dalam Berwudhu

– Wajib Mencuci Semua Anggota Tubuh dalam Berwudhu

– Hemat dalam Pemakaian Air dalam Berwudhu

– Dzikir Setelah Wudhu

BAB 5: MENGUSAP DI ATAS KEDUA KHUF

– Mengenakan Khuf Harus dalam Keadaan Suci

– Mengusap di atas Khuf, bukan di bawah Khuf

– Durasi Mengusap Khuf

– Mengusap Serban dan Jabirah

BAB 6: PEMBATAL WUDHU

– Di antara Pembatal Wudhu

– Orang yang Berhadas Terus-menerus

– Madzi Membatalkan Wudhu

– Menyentuh Perempuan tidak Membatalkan Wudhu

– Sesuatu Tetap Sebagaimana Sebelumnya

– Menyentuh Alat Kelamin tidak Membatalkan Wudhu

– Muntah, Qalas, dan Mimisan tidak Membatalkan Wudhu

– Makan Daging Unta Membatalkan Wudhu

– Berwudhu bagi yang Membawa Jenazah

– Tidak Menyentuh al-Qur’an kecuali Orang yang Suci

– Bekam tidak Membatalkan Wudhu

BAB 7: ADAB BUANG HAJAT

– Cincin Bertuliskan Nama Allah: Bolehkah Dibawa ke Tempat Buang Hajat?

– Doa Masuk dan Keluar Tempat Buang Hajat

– Menutup Diri ketika Buang Hajat

– Tempat-tempat yang Terlarang untuk Buang Hajat

– Jangan Memegang Kemaluan dengan Tangan Kanan ketika Kencing

– Larangan Berak atau Kencing Menghadap Kiblat

– Ghufranaka: Makna  dan Hikmah di Balik Ucapannya

– Larangan Bersuci dengan Tulang dan Kotoran Hewan

– Jaga Diri dari Air Kencing, Selamat dari Azab Kubur

BAB 8: MANDI BESAR DAN HUKUM ORANG JUNUB

– Dua Hal yang Mewajibkan Mandi Besar

– Mimpi Basah Perempuan

– Wajibkah Mandi Jum’at dan Mandi saat Masuk Islam?

– Hukum Membaca al-Qur’an bagi Orang yang Junub

– Hukum Wudhu bagi Orang yang Ingin Kembali Berhubungan Badan

– Tata Cara Mandi Janabah

– Hukum Masuk Masjid bagi Perempuan Haid dan Orang Junub

– Mandi Junub: Sunah Bersama dan Kewajiban Merata

BAB 9: TAYAMUM

– Tayamum sebagai Pengganti Bersuci dengan Air

– Lima Keistimesaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam

1. Diberi Pertolongan dengan Rasa Takut Musuh Sejauh Perjalanan Sebulan

2. Bumi sebagai Tempat Sujud dan Alat Bersuci

3. Dihalalkan Harta Rampasan Perang bagi Rasulullah

4. Rasulullah Diberi Syafaat

5. Rasulullah Diutus kepada Seluruh Manusia

– Tayamum saat Junub: Cukup Satu Tepukan

– Tayamum Sebagai Pengganti Wudhu Ketika Tidak Menemukan Air

– Hukum Mengulangi Shalat Setelah Mendapatkan Air

– Tayamum dalam Keadaan Khusus: Luka, Patah Tulang, dan Batasannya

BAB 6: HAIDH

– Petunjuk Nabi tentang Darah Haidh dan Darah Istihadhah

– Interaksi Suami Istri di Masa Haidh

– Hukum Talak, Haidh, dan Nifas