Sunday, May 17, 2026

Bab 16:

PERINTAH UNTUK MENJAGA SUNAH DAN ADAB-ADABNYA

 

Pendahuluan: Perintah untuk Menjaga Sunah dan Adab-Adabnya

Ayat ke-1: Tanda Cinta kepada Allah adalah Mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ayat ke-2: Kewajiban Mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Segala Perintah dan Larangan

Ayat ke-3: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Teladan yang Sempurna bagi Umat

Ayat ke-4: Kewajiban Mengembalikan Segala Perselisihan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah

Ayat ke-5: Bahaya Berhukum kepada Thaghut dan Kewajiban Menjadikan Syariat sebagai Satu-satunya Hukum

Ayat ke-6: Tiga Syarat Kesempurnaan Iman: Berhukum kepada Rasulullah, Tidak Keberatan dalam Hati, dan Tunduk Sepenuhnya

Ayat ke-7: Kewajiban Taat kepada Rasul sebagai Bentuk Ketaatan kepada Allah

Ayat ke-8: Ancaman bagi Orang yang Menentang Perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ayat ke-9: Hidayah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Menuju Jalan yang Lurus

Ayat ke-10: Perintah Mengingat Ayat-Ayat Allah dan Sunah di Rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Hadis ke-156:

a. Bahaya Banyak Bertanya dan Mempersulit Agama

b. Larangan Dijauhi Sepenuhnya, Perintah Dilaksanakan Sesuai Kemampuan

Hadis ke-157:

a. Wasiat Takwa dan Ketaatan kepada Pemimpin

b. Manhaj Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Perselisihan Para Sahabat

c. Berpegang Teguh pada Sunah di Tengah Perselisihan

Hadis ke-158: Ketaatan kepada Rasulullah Jalan Menuju Surga

Hadis ke-159: Kesombongan Menghalangi Ketaatan

Hadis ke-160: Wajibnya Meluruskan Shaf dalam Shalat

Hadis ke-161: Api Dunia sebagai Peringatan dari Api Neraka

Hadis ke-162: Tiga Golongan Manusia dalam Menyikapi Ilmu dan Petunjuk Allah

Hadis ke-163: Mengikuti Sunah Nabi Jalan Keselamatan

Hadis ke-164: Keberkahan Tersembunyi dalam Sisa Makanan

Hadis ke-165:

Khotbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Peringatan Keras terhadap Suap

– Gambaran Kebangkitan dan Keadaan Manusia pada Hari Kiamat

Hakikat Kemurtadan Pasca Wafat Nabi dan Bantahan terhadap Syubhat Rafidhah

Hadis ke-166: Taat pada Larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Tinggalkan Khadzaf

Hadis ke-167:  Ibadah karena Perintah, Bukan karena Logika (Makna Mencium Hajar Aswad dalam Sunah)