PERINTAH UNTUK MENJAGA SUNAH DAN ADAB-ADABNYA
Pendahuluan: Perintah untuk Menjaga Sunah dan Adab-Adabnya
Ayat ke-1: Tanda Cinta kepada Allah adalah Mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam
Ayat ke-2: Kewajiban Mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Segala Perintah dan Larangan
Ayat ke-3: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Teladan yang Sempurna bagi Umat
Ayat ke-4: Kewajiban Mengembalikan Segala Perselisihan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah
Ayat ke-5: Bahaya Berhukum kepada Thaghut dan Kewajiban Menjadikan Syariat sebagai Satu-satunya Hukum
Ayat ke-7: Kewajiban Taat kepada Rasul sebagai Bentuk Ketaatan kepada Allah
Ayat ke-8: Ancaman bagi Orang yang Menentang Perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Ayat ke-9: Hidayah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Menuju Jalan yang Lurus
Ayat ke-10: Perintah Mengingat Ayat-Ayat Allah dan Sunah di Rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Hadis ke-156:
a. Bahaya Banyak Bertanya dan Mempersulit Agama
b. Larangan Dijauhi Sepenuhnya, Perintah Dilaksanakan Sesuai Kemampuan
Hadis ke-157:
a. Wasiat Takwa dan Ketaatan kepada Pemimpin
b. Manhaj Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Perselisihan Para Sahabat
c. Berpegang Teguh pada Sunah di Tengah Perselisihan
Hadis ke-158: Ketaatan kepada Rasulullah Jalan Menuju Surga
Hadis ke-159: Kesombongan Menghalangi Ketaatan
Hadis ke-160: Wajibnya Meluruskan Shaf dalam Shalat
Hadis ke-161: Api Dunia sebagai Peringatan dari Api Neraka
Hadis ke-162: Tiga Golongan Manusia dalam Menyikapi Ilmu dan Petunjuk Allah
Hadis ke-163: Mengikuti Sunah Nabi Jalan Keselamatan
Hadis ke-164: Keberkahan Tersembunyi dalam Sisa Makanan
Hadis ke-165:
– Khotbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Peringatan Keras terhadap Suap
– Gambaran Kebangkitan dan Keadaan Manusia pada Hari Kiamat
– Hakikat Kemurtadan Pasca Wafat Nabi dan Bantahan terhadap Syubhat Rafidhah
Hadis ke-166: Taat pada Larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Tinggalkan Khadzaf
Hadis ke-167: Ibadah karena Perintah, Bukan karena Logika (Makna Mencium Hajar Aswad dalam Sunah)
