DAMPAK BURUK MAKSIAT TERHADAP MASYARAKAT

DAMPAK BURUK MAKSIAT TERHADAP MASYARAKAT

Maksiat yang dilakukan oleh pelaku kemaksiatan memberi banyak dampak terhadap masyarakatnya; juga terhadap bumi, langit, laut, binatang, burung dan lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; karena Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS ar-Rum: 41)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ، يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ

Sedangkan hamba yang jahat (jika mati), maka para hamba, negeri, pohon dan binatang akan beristirahat (merasa aman darinya).” (Muttafaq ‘alaih)

Berapa banyak umat-umat terdahulu dan kaum-kaum yang awalnya jaya kemudian hancur gara-gara dosa?

Allah Ta’ala berfirman:

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Dan berapa banyak kaum setelah Nuh yang telah Kami binasakan? Dan cukuplah Rabbmu Yang Mahamengetahui, Mahamelihat dosa hamba-hamba-Nya.”  (QS al-Isra’: 17)

Dimanakah kaum Tsamud, kaum ‘Ad, kaum Luth, dan kaum-kaum terdahulu lainnya?

Allah Ta’ala berfirman:

فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖۙ فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَاۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

Maka masing-masing mereka Kami azab lantaran dosa-dosanya. Di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (QS al-Ankabut: 40)

Di antara dampak dosa dan maksiat terhadap masyarakat adalah:

1. Hilangnya berbagai nikmat dan datangnya siksa, cobaan dan ujian sebagai gantinya

Di antara nikmat yang hilang adalah nikmat iman. Selama suatu masyarakat tidak henti-hentinya melakukan dosa dan maksiat, maka iman mereka menjadi lemah, hati mereka berubah haluan, tingkah laku mereka berubah, dan akhirnya masyarakat tersebut menyusul kafilah orang-orang yang fajir sebelumnya.

Di antara nikmat yang hilang atau berkurang akibat maksiat adalah nikmat harta dan rezeki.

Allah Ta’ala berfirman:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram. Rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segala penjuru. Tetapi (penduduk)nya kufur dengan nikmat-nikmat Allah. Oleh karena itu, Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.” (QS an-Nahl: 112)

Di antara nikmat yang sirna dengan dosa dan maksiat adalah nikmat negeri yang aman.

Allah Ta’ala berfirman:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram. Rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap penjuru. Tetapi (penduduk)nya kufur dengan nikmat-nikmat Allah. Oleh karena itu, Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.” (QS an-Nahl: 112)

Apa yang terjadi akhir-akhir ini berupa peperangan besar yang menggusur rasa aman dan membuat manusia ketakutan adalah disebabkan maksiat dan dosa.

Di antara nikmat yang sirna disebabkan dosa dan maksiat adalah nikmat kesehatan fisik. Wabah penyakit menular dan penyakit-penyakit lainnya merupakan hukuman dan azab dari Allah Ta’ala disebabkan dosa yang dilakukan manusia.

Dari Usamah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذَا الْوَجَعَ أَوِ السَّقَمَ رِجْزٌ عُذِّبَ بِهِ بَعْضُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ، ثُمَّ بَقِيَ بَعْدُ بِالْأَرْضِ، فَيَذْهَبُ الْمَرَّةَ وَيَأْتِي الْأُخْرَى

Sesungguhnya penyakit atau sakit adalah azab yang dengannya Allah telah mengazab sebagian umat-umat sebelum kalian, dan masih tetap ada setelahnya di muka bumi, terkadang pergi terkadang datang.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma secara marfu’,

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا

Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan melainkan akan tersebar di tengah-tengah mereka penyakit taun dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi pada para pendahulu mereka.” (HR Ibnu Majah dan al-Hakim. Lihat as-Silsilah ash-Shahihah dan Shahih al-Jami’)

2. Dicabutnya keberkahan harta, anak, rezeki dan badan

Di antara dampak dosa dan maksiat adalah tidak dikabulkannya doa orang-orang Islam untuk diri mereka sendiri. Di antaranya adalah tidak diturunkannya hujan, munculnya kediktatoran penguasa terhadap mereka, dan terjadinya pendudukan musuh atas mereka lalu musuh itu mengambil sebagian milik mereka.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami seraya bersabda,

يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِااللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا. وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

Wahai sekalian Muhajirin, lima perkara yang apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya: Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan melainkan akan tersebar di tengah-tengah mereka penyakit taun dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi pada para pendahulu sebelum mereka; Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan ditimpa paceklik berkepanjangan dan kezaliman penguasa atas mereka; Tidaklah mereka enggan mengeluarkan zakat harta-harta mereka melainkan langit akan berhenti meneteskan air hujan untuk mereka. Kalau bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan; Tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya melainkan Allah akan menguasakan musuh dari selain mereka atas mereka lalu memboyong sebagian harta mereka; Tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah melainkan Allah akan menjadikan rasa takut di antara mereka.” (HR Ibnu Majah dan al-Hakim. Lihat ash-Shahihah dan Shahih al-Jami’)

3. Dampak dosa dan maksiat dalam masyarakat menjalar dari manusia ke makhluk lain

Allah Ta’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.” (QS ar-Rum: 41)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ

Sekiranya Allah menghukum manusia dengan sebab apa yang mereka perbuat, niscaya Allah tidak akan menyisakan satu binatang pun di muka bumi.” (QS Fathir: 45)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Maksudnya adalah semua binatang yang bergerak.”

Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dan Allah telah melakukan itu pada zaman Nuh ‘alaihissalam.”

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Demi Zat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguh burung hubara akan mati kurus di sarangnya dengan sebab kezaliman orang yang zalim.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ، يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ

Sedangkan hamba yang jahat (jika mati), maka para hamba, negeri, pohon dan binatang akan beristirahat (merasa aman darinya).” (Muttafaq ‘alaih)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ، فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

Hajar Aswad turun dari Surga dalam keadaan lebih putih daripada susu, lalu dosa-dosa Bani Adam membuatnya hitam.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi. Lihat Shahih al-Jami’)

4. Banyaknya gempa dengan kerusakan yang merata, bermunculannya musibah, angin badai, banjir bandang yang menghancurkan negeri, dan banjir yang menenggelamkan kampung dan kota

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Musibah apapun yang menimpa kalian, itu adalah karena ulah perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian).” (QS asy-Syura: 30)

Baca juga: DAMPAK MAKSIAT TERHADAP PELAKUNYA DI DUNIA

Baca juga: TERAPI MAKSIAT

Baca juga: HASIL USAHA MAKSIAT, CELAKA DUNIA DAN AKHIRAT

(Ibrahim ‘Abdullah bin Saif al-Mazru’i)

Serba-Serbi