HUKUM MAKANAN DAN MINUMAN

HUKUM MAKANAN DAN MINUMAN

Makanan mencakup sesuatu yang dimakan dan sesuatu yang diminum.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِنَّهٗ مِنِّيْٓ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً ۢبِيَدِهٖ

Sesugguhnya Allah akan menguji kalian dengan sebuah sungai. Barangsiapa di antara kalian meminum airnya, ia bukan pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya kecuali minum dengan seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” (QS al-Baqarah: 249)

al-Qurtubi rahimahullah berkata, “Ayat itu menunjukkan bahwa air adalah juga makanan.”

Dikatakan dalam Taisir al-‘Allam, “Dasar hukum makanan, minuman, dan pakaian adalah halal. Semuanya tidak diharamkan kecuali yang diharamkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal itu masuk ke dalam kebiasaan umum yang didasarkan pada hukum halal, sedangkan sesuatu yang haram adalah sesuatu yang dibatasi dan dapat dihitung dengan jari. Sesuatu yang tidak disinggung dan dibiarkan pada bentuk aslinya diperbolehkan.”

Dasar hukum pendapat ini adalah sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sifat syariatnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ

Dan yang menghalalkan bagi mereka hal-hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka hal-hal yang buruk.”(QS al-A’raf: 157)

Ayat ini mencakup jenis makanan dan minuman apa saja. Oleh karena itu, segala yang tidak buruk, maka ia adalah baik dan halal, seperti biji-bijian dan buah-buahan. Makanan dan minuman adalah jenis yang paling luas dari sisi kehalalannya karena mencakup seluruh hewan laut, delapan jenis hewan ternak, kuda, burung, ayam dan burung merak, serta jenis hewan dan burung lainnya kecuali yang buruk.

Sesuatu yang buruk dapat diketahui dari beberapa hal:

✳️ Syariat menyatakan keburukan itu sendiri, seperti keledai peliharaan (jinak).

✳️ Syariat menyatakan batasannya, seperti semua jenis binatang buas yang berkuku tajam dan semua jenis burung yang berparuh tajam.

✳️ Hewan yang keburukannya sudah dikenal (menjijikkan) seperti tikus, ular, dan serangga.

✳️ Syariat memerintahkan untuk membunuhnya atau melarang membunuhnya.

✳️ Hewan yang sudah jelas memakan sesuatu yang busuk atau bangkai, seperti burung elang dan burung bangkai.

✳️ Hewan hasil perkawinan hewan yang halal dan hewan yang haram, sementara unsur keharamannya lebih unggul seperti bighal (hasil perkawinan kuda dan keledai).

✳️ Sesuatu yang keburukannya sudah meluas, seperti hewan yang memakan benda najis dan cairan yang terkena najis.

✳️ Sesuatu yang diharamkan karena dapat membahayakan tubuh, seperti berbagai jenis racun.

✳️ Sesuatu yang diharamkan karena dapat membahayakan otak, seperti minuman keras dan narkotika.

✳️ Hewan yang disembelih secara tidak syar’i, baik karena alatnya atau orang yang memotongnya atau tujuan pemotongannya.

Sedangkan hukum sesuatu yang tidak dijumpai sebab keburukannya adalah halal.

Baca juga: HUKUM KELEDAI JINAK DAN KUDA

Baca juga: MEMAKAN MAKANAN YANG TERDEKAT

Baca juga: KENAPA MANUSIA BERANI MENGONSUMSI MAKANAN HARAM?

(Syekh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam)

Fikih