PERINTAH MEMAKAN MAKANAN YANG TERDEKAT

PERINTAH MEMAKAN MAKANAN YANG TERDEKAT

Disebutkan dalam salah satu riwayat dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata: Pada suatu hari aku makan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mengambil daging yang ada di seberang piring. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Makanlah makanan yang terdekat denganmu.” (HR Muslim)

Larangan ini muncul karena mengambil makanan dari tempat orang lain merupakan adab yang buruk. Orang-orang yang makan mungkin saja merasa jijik dengan perbuatan ini.

Mungkin ada yang menyanggah perkataan kami ini dengan berkata, “Lalu apa yang kalian katakan tentang hadis Anas, di mana ia berkata, ‘Seorang penjahit mengundang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk menghadiri makanan yang telah ia buat. Aku berangkat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghadiri undangan tersebut. Ia menyuguhkan roti dari gandum dan maraq (kuah yang di dalamnya terdapat labu dan dendeng). Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil labu yang ada di seberang piring.’” (HR al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan ad-Darimi)

Jawabannya: Kedua hadis ini tidak saling bertentangan. Kami menjawabnya sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abdil Barr, “Sesungguhnya al-maraq, al-idam dan makanan lain yang mengandung dari lebih dari dua jenis makanan, maka menjulurkan tangan untuk mengambilnya diperbolehkan, karena bolehnya memilih makanan yang dihidangkan di meja makan.” Kemudian ia mengomentari sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Makanlah makanan yang terdekat denganmu’, “Sesungguhnya beliau memerintahkan kepadanya untuk memakan makanan yang terdekat karena makanan yang ada waktu itu hanya satu jenis. Wallahu a’lam. Demikianlah yang ditafsirkan oleh para ulama.”

Dengan demikian jelaslah penyesuaian kedua hadis tersebut.

Baca juga: MAKAN DAN MINUM DENGAN TANGAN KANAN

Baca juga: ALLAH TIDAK MENERIMA KECUALI YANG BAIK

(Fuad bin Abdil Aziz asy-Syalhub)

Adab