Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaan pada saat dia meninggal.” (HR Muslim)
PENJELASAN
Husnul khatimah (akhir yang baik) adalah hasil dari taufik Allah Ta’ala kepada hamba-Nya. Husnul khatimah merupakan buah dari jihad lahir dan batin dalam ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sedangkan su’ul khatimah (akhir yang buruk) adalah hasil dari ketidakpedulian Allah kepada hamba-Nya. Su’ul khatimah merupakan buah dari kelalaian dalam ketaatan kepada Allah dan tidak menundukkan hati dan anggota tubuh kepada-Nya Ta’ala.
Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa setiap hamba, baik laki-laki maupun perempuan, akan dibangkitkan berdasarkan keadaan pada saat mereka meninggal, baik dalam kebaikan maupun keburukan, dalam keyakinan maupun amal perbuatan. Allah akan membalas mereka sesuai dengan itu. Yang diperhatikan adalah keadaan hati mereka, bukan keadaan fisik mereka. Sebab, sifat hati akan membentuk gambar di akhirat, dan tidak ada yang selamat kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.
Oleh karena itu, manusia harus berusaha melakukan amal saleh agar Allah Azza wa Jalla membangkitkannya dalam keadaan beramal saleh. Dia harus berpegang teguh pada Islam selama hidupnya agar meninggal dalam keadaan Islam, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya. Janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran: 102).
Maksudnya, bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta peliharalah Islam dalam keadaan sehat dan selamat agar kalian meninggal dalam keadaan Islam. Sebab, Allah Ta’ala telah menetapkan dengan kemurahan-Nya bahwa siapa yang hidup dengan suatu keadaan, maka dia akan mati dalam keadaan tersebut, dan siapa yang mati dalam suatu keadaan, maka dia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut.
Barangsiapa mati dalam keadaan shalat, dia akan dibangkitkan dalam keadaan shalat. Barangsiapa mati dalam keadaan haji, dia akan dibangkitkan dalam keadaan haji. Barangsiapa mati dalam keadaan jihad, dia akan dibangkitkan dalam keadaan jihad. Dan barangsiapa mati dalam keadaan maksiat dan kedurhakaan, dia akan dibangkitkan dalam keadaan tersebut.
Ini berlaku umum untuk setiap bentuk dan makna. Maka, setiap manusia harus berusaha agar meninggal dalam keadaan yang terbaik.
Dalam hal ini, terdapat anjuran untuk selalu melakukan amal saleh dan kebaikan, karena tidak ada yang tahu kapan dia akan meninggal.
Baca juga: HARI KIAMAT – KEADAAN MANUSIA KETIKA DIKUMPULKAN
Baca juga: HARI KIAMAT – KEBANGKITAN DAN KEHIDUPAN KEMBALI
Baca juga: KHADIJAH WAFAT DAN PERNIKAHAN DENGAN SAUDAH

