HARI KIAMAT – KEBANGKITAN DAN KEHIDUPAN KEMBALI

HARI KIAMAT – KEBANGKITAN DAN KEHIDUPAN KEMBALI

Pada Hari Kiamat roh-roh dikembalikan ke jasad masing-masing. Ini terjadi setelah tiupan sangkakala yang kedua, yaitu setelah roh dan jasad dipisahkan oleh kematian. Allah Ta’ala memerintahkan Israfil untuk meniup sangkakala, maka roh-roh berhamburan dari sangkakala menuju jasad masing-masing dan tinggal di sana.

Allah Ta’ala berfirman:

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ

Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu), maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).” (QS as-Zumar: 68)

Roh-roh tidak tercipta dengan sangkakala melainkan setelah jasad tercipta dengan sempurna. Apabila jasad telah tercipta dengan sempurna, maka sangkakala ditiup dan roh dikembalikan ke jasad.

Tiupan sangkakala kedua didahului dengan turunnya hujan dari langit, lalu tubuh-tubuh manusia pun tumbuh, yakni bangkit kembali seperti tumbuhnya tanaman yang tersiram air hujan.

Abdullah bin Amru radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ، فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا وَرَفَعَ لِيتًا، وَأَوَّلُ مَنْ يَسْمَعُهُ رَجُلٌ يَلُوطُ حَوْضَ إِبِلِهِ، فَيَصْعَقُ وَيَصْعَقُ النَّاسُ، ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ، أَوْ قَالَ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوْ الظِّلُّ، نُعْمَانُ الشَّاكُّ، فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى، فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ

Kemudian sangkakala ditiup. Tidak seorang pun mendengarnya melainkan ia memiringkan dan mengangkat lehernya. Orang pertama yang mendengarnya adalah orang yang tengah memperbaiki telaga untanya. Ia mati dan orang-orang pun mati. Setelah itu Allah mengirim -atau menurunkan- hujan seperti hujan rintik-rintik (Nu’man, salah seorang perawi ragu), kemudian tubuh manusia bermunculan. Kemudian sangkakala ditiup sekali lagi. Tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusan masing-masing).” (HR Muslim)

Munculnya tubuh manusia dari tanah adalah setelah Allah Ta’ala menurunkan hujan yang menghidupkan. Kejadiannya seperti tanaman yang tumbuh ketika hujan turun membasahi bumi. Kerena kesamaan keduanya, maka Allah Ta’ala pun membuat perumpamaan kebangkitan dan kehidupan kembali dengan tumbuhan hidup di atas permukaan bumi sesudah hujan turun dari langit.

Allah Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۗ حَتّٰٓى اِذَآ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاۤءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau (angin itu) ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati. Mudah-mudahan kalian mengambil pelajaran.” (QS al-A’raf: 57)

Pada Hari Kiamat tubuh manusia akan terbentuk dari sebuah tulang kecil. Ketika terkena hujan yang menghidupkan, tulang itu membesar seperti membesarnya benih tanaman yang tertimpa hujan. Tulang itu adalah tulang ekor, yaitu tulang keras berbentuk bulat yang terdapat pada pangkal pinggul.

Dari Abu Hurairah radhiyiallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ، ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً، فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ، لَيْسَ مِنَ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا، وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh. Setelah itu, Allah menurunkan air dari langit. Maka mereka pun hidup kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak tersisa seorang pun melainkan ia binasa kecuali satu tulang, yakni tulang ekor. Dari tulang itulah makhluk dibangkitkan kembali pada Hari Kiamat.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Kebangkitan adalah Pengembalian, bukan Penciptaan Baru

al-Ba’ts (kebangkitan) adalah pengembalian, bukan penciptaan baru. Ia adalah pengembalian jasad yang hilang dan berubah, karena jasad berubah menjadi tanah dan tulang menjadi lapuk. Lalu Allah Ta’ala mengumpulkannya sehingga jasad terbentuk kembali. Setelah itu roh-roh dikembalikan ke jasad masing-masing.

Adapun orang-orang yang mengklaim bahwa jasad diciptakan dalam keadaan baru, maka klaim itu adalah batil dan dibantah oleh al-Qur’an, as-Sunnah dan akal.

Allah Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ وَهُوَ اَهْوَنُ عَلَيْهِ

Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali. Dan menghidupkan kembali adalah lebih mudah bagi-Nya.” (QS ar-Rum: 27)

Yakni mengembalikan penciptaan yang Dia ciptakan pertama kali.

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,

لَيْسَ أَوَّلُ الْخَلْقِ بِأَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ إِعَادَتِهِ

Penciptaan awal tidak lebih mudah bagi-Ku daripada pengembaliannya,” (HR al-Bukhari) karena semuanya mudah bagi Allah Ta’ala.

Firman Allah Ta’ala:

كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗ

Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.” (QS al-Anbiya’: 104)

Firman Allah Ta’ala:

ثُمَّ اِنَّكُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ لَمَيِّتُوْنَ؛ ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ تُبْعَثُوْنَ

Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kalian benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada Hari Kiamat.” (QS al-Mu’minun: 15-16)

Firman Allah Ta’ala:

 وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ؛ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya. Dia berkata, ‘Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?’ Katakanlah, ‘Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali yang pertama, dan Dia Mahamengetahui tentang segala makhluk.’” (QS Yasin: 78-79)

Adapun dalil as-Sunnah, maka banyak sekali hadis yang menjelaskan hal ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

أَنَّ النَّاسُ يُحْشَرُونَ فِيْهَا حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا

Manusia akan dikumpulkan pada Hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum dikhitan.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Yang dikumpulkan adalah manusia, bukan selainnya.

Intinya, kebangkitan adalah pengembalian jasad yang telah diciptakan sebelumnya.

Tanya: Ada orang yang mati diterkam binatang buas. Tubuhnya dimakan binatang tersebut dan bercampur dengan darah, daging dan tulang binatang tersebut, kemudian keluar melalui kotoran dan kencingnya. Bagaimana jawabnya?

Jawab: Sesungguhnya perkara ini sangat mudah bagi Allah Ta’ala. Dia berfirman, ‘Kun (jadilah),’ maka terjadilah. Jasad yang dibangkitkan itu akan terbebas dari segala yang mencampurinya. Kuasa Allah di atas bayangan kita, karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Kebangkitan dalam Keadaan yang Berbeda dengan Keadaan di Dunia

Pada Hari Kiamat Allah Ta’ala akan menghidupkan kembali hamba-hamba-Nya. Akan tetapi, keadaan mereka berbeda dengan keadaan di dunia. Di antara perbedaan itu adalah mereka tidak mati meskipun ditimpa berbagai macam bencana yang sangat dahsyat.

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَأْتِيْهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّمَا هُوَ بِمَيِّتٍ

Dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati.” (QS Ibrahim: 17)

Amr bin Maimun bercerita: Muad’z bin Jabal berdiri di tengah-tengah kami. Ia berkata, “Wahai Bani Aud, aku adalah utusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalian tahu bahwa kalian akan kembali kepada Allah Ta’ala, kemudian menuju Surga atau Neraka. Kalian tinggal di dalamnya tanpa bisa beranjak, kekal tanpa kefanaan, dan memiliki tubuh yang tidak bisa mati.” (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah)

Perbedaan lainnya adalah bahwa Allah memperlihatkan kepada mereka apa-apa yang belum pernah mereka lihat. Pada hari kebangkitan mereka dapat melihat malaikat, jin, serta semua yang hanya Allah yang mengetahuinya. Meskipun demikian, bentuk fisik mereka adalah sama seperti ketika berada di dunia.

Orang yang pertama dibangkitkan atau dikeluarkan dari tanah adalah Nabi Muhammad shalllallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ، وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

Aku adalah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat. Aku adalah orang yang muncul pertama kali dari kuburan. Aku adalah orang yang pertama kali memberi syafaat dan orang pertama yang dibenarkan memberi syafaat.” (HR Muslim)

Baca sebelumnya: HARI KIAMAT – PENIUPAN SANGKAKALA

Baca setelahnya: HARI KIAMAT – PENGUMPULAN MAKHLUK UNTUK PENGADILAN YANG AGUNG

Baca juga: PENYESALAN KETIKA DIBANGKITKAN

Baca juga: JABATAN ADALAH PENYESALAN DI HARI KIAMAT

Rujukan:

1. Syekh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin, al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid,

2. Dr Umar Sulaiman al-Asyqar, al-Aqidah fi Dhau-il Kitab was Sunnah: a-Qiyamah al-Kubra.

Akidah