KEGIGIHAN PARA SAHABAT DI UHUD DAN GUGURNYA HAMZAH RADHIYALLAHU ‘ANHU

KEGIGIHAN PARA SAHABAT DI UHUD DAN GUGURNYA HAMZAH RADHIYALLAHU ‘ANHU

Slogan para sahabat Rasulullah saat perang Uhud adalah “Amit, amit!” (matikan, matikan). Dengan slogan itu mereka bertempur mati-matian. Sejarah mencatat kegigihan Hamzah dan kepahlawanannya dalam pertempuran. Ia maju menantang Siba’ bin ‘Abdul ‘Uzza dan berhasil membunuhnya, lalu menghadapi dedengkot musyrikin lainnya seperti Utsman bin Abu Thalhah dan Abu Syibah, salah seorang pembawa bendera kaum musyrikin saat itu.

Pada waktu itu, al-Wahsyi —budak Jubair bin Muth‘im— telah dijanjikan kemerdekaan oleh tuannya apabila berhasil membunuh Hamzah, sebagai pembalasan atas pamannya, Thu‘aimah bin ‘Adi yang terbunuh oleh Hamzah pada perang Badar. al-Wahsyi bersembunyi menunggu Hamzah di balik sebuah batu besar. Ketika Hamzah mendekat, ia melempar tombaknya dan berhasil membunuh Hamzah dengan licik.

al-Waqidi meriwayatkan bahwa setelah Wahsyi yakin Hamzah telah wafat, ia teringat kepada Hindun dan apa yang menimpa ayah, paman, dan saudaranya di perang Badar. Dengan sembunyi-sembunyi ia mendekati jasad Hamzah dan mengeluarkan jantungnya, lalu membawanya kepada Hindun sebagai bukti. Hindun mengunyahnya namun memuntahkannya kembali. Ia kemudian membuka pakaian dan seluruh perhiasannya untuk diberikan kepada Wahsyi, bahkan menjanjikannya banyak dinar setibanya di Makkah. Setelah Wahsyi menunjukkan jasad Hamzah, Hindun memotong kemaluannya, hidungnya, dan kedua telinganya, lalu menjadikannya gelang dan kalung.

Sementara itu Mush‘ab bin ‘Umair terus bertempur hingga gugur sebagai syahid, dan bendera perang diambil alih oleh ‘Ali.

Kaum muslimin bertempur dengan sungguh-sungguh hingga banyak dari kaum musyrikin tewas, termasuk para pembawa bendera mereka. Akhirnya mereka meninggalkan bendera itu dan tidak seorang pun berani mendekat untuk mengangkatnya.

Pada putaran pertama ini kaum muslimin berhasil meraih kemenangan. Mengenai hal ini Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an al-Karim:

Dan sungguh, Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya.” (QS Ali ‘Imran: 152)

Baca sebelumnya: STRATEGI RASULULLAH DAN PENEMPATAN PASUKAN DI MEDAN PERANG UHUD

Baca setelahnya: KETIKA PEMANAH MENINGGALKAN POS: TITIK BALIK KEKALAHAN DI PERANG UHUD

(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

Kisah Sirah Nabawiyah