Ketika kaum musyrikin mengalami kekalahan —dan gelang-gelang milik kaum perempuan mereka tercecer— para pemanah yang dipimpin Ibn Jubair berkata, “Harta rampasan, wahai kaum, itu harta rampasan perang. Teman-teman kalian telah meraih kemenangan, apa lagi yang kalian tunggu?”
Abdullah bin Jubair berkata, “Apakah kalian telah lupa pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kalian?”
Mereka menjawab, “Demi Allah, kami akan bergabung dengan mereka dan mengambil harta rampasan perang,” lalu segera turun untuk mengumpulkannya.
Situasi ini menjadi kesempatan emas bagi Ibnul Walid untuk memutari pasukan kaum muslimin. Ketika orang-orang musyrik melihat pergerakannya, mereka mengikutinya, kembali ke medan tempur, dan mengepung kaum muslimin. Kaum muslimin menjadi kalang kabut hingga pada satu titik sebagian dari mereka tidak dapat lagi membedakan mana yang muslim dan mana yang kafir. Dalam keadaan demikian, pasukan kaum muslimin membunuh al-Yaman —ayah Hudzaifah— sementara Hudzaifah berteriak kepada mereka, “Wahai hamba-hamba Allah, ayahku!” Ketika mereka tetap membunuhnya, ia berkata, “Semoga Allah mengampuni kalian.”
Banyak dari barisan kaum muslimin gugur sebagai syahid. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat hilang dari pandangan mereka, sehingga tersiar kabar bahwa beliau telah terbunuh.
Baca sebelumnya: KEGIGIHAN PARA SAHABAT DI UHUD DAN GUGURNYA HAMZAH RADHIYALLAHU ‘ANHU
Baca setelahnya: ANAS BIN AN-NADHR: SOSOK YANG MENEPATI JANJI JIHADNYA
(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

