DZIKIR KELUAR RUMAH

DZIKIR KELUAR RUMAH

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Salamah, yang bernama lengkap Hindun bin Abu Umayyah Khudzaifah al-Makhzumiyyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila keluar dari rumahnya mengucapkan,

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلتُ عَلَى اللهِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أعُوذُ بِكَ أنْ أضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Bismillah, tawakkaltu ‘ala Allah, Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya. (Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari menzalimi atau dizalimi, dan dari membodohkan atau dibodohkan).” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan selain keduanya dengan sanad yang sahih. at-Tirmidzi berkata, “Hadis hasan sahih.” Dan ini lafaz Abu Dawud. Lihat Shahih al-Jami’ dan Shahih Ibnu Majah oleh Syekh al-Albani)

PENJELASAN

Poin utama dari hadis ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bismillah, tawakkaltu ‘ala Allah.”

Dalam ucapan ini terdapat dalil bahwa seseorang sepatutnya, apabila ia keluar dari rumahnya, mengucapkan dzikir ini, yang darinya terkandung tawakal kepada Allah dan berlindung kepada-Nya. Hal ini penting karena ketika seseorang keluar dari rumah, ia rentan terhadap sesuatu yang dapat menimpanya atau diserang oleh hewan berbahaya seperti kalajengking, ular, dan sejenisnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk membaca dzikir: “Bismillah, tawakkaltu ‘ala Allah.”

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bertawakal kepada Allah berarti bersandar kepada-Nya disertai dengan keyakinan kepada-Nya dan berprasangka baik kepada-Nya.

Sabda beliau, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat,” yakni tersesat dalam diri sendiri, “atau disesatkan,” yakni seseorang menyesatkan aku.

Sabda beliau, “tergelincir,” yakni berbuat keliru, yang berarti kesalahan, “atau digelincirkan,” yakni seseorang membuatku melakukan kesalahan.

Sabda beliau, “menzalimi,” yakni aku menzalimi orang lain, “atau dizalimi,” yakni orang lain menzalimiku.

Sabda beliau, “membodohkan,” yakni aku bertindak bodoh, “atau dibodohkan,” yakni seseorang bertindak bodoh atau melampaui batas terhadap diriku.

Inilah dzikir yang sepatutnya diucapkan seseorang ketika keluar dari rumahnya, karena di dalamnya terdapat permohonan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersandar kepada-Nya.

Allah-lah yang memberi taufik.

Baca juga: ADAB KELUAR RUMAH

Baca juga: ANAK ADALAH AMANAH

Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DALAM SETIAP URUSAN

(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

Adab Riyadhush Shalihin