TUMIT-TUMIT YANG CELAKA

TUMIT-TUMIT YANG CELAKA

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, Abu Hurairah, dan Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, mereka berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ

Celakalah tumit-tumit dari api Neraka.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

PENJELASAN

Sebab turunnya hadis ini adalah bahwa ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati para sahabat terburu-buru mengejar salat Asar sehingga mereka tergesa-gesa berwudu. Beliau melihat tumit-tumit mereka tidak terkena air saat berwudu. Oleh karena itu, beliau bersabda, “Celakalah tumit-tumit dari api Neraka.”

Lafaz al-a’qaab adalah sama dengan al-’awaaqiib yang artinya tumit-tumit.

Sabda Rasulullah ini merupakan peringatan terkait hal sepele untuk hal yang besar. Apabila hal yang sepele seperti itu tidak dapat ditolerir, apalagi hal yang lebih besar. Tentu lebih tidak dapat ditolerir.

Dari hadis ini dapat dipahami tentang perintah menyempurnakan wudu dan membasuh anggota wudu dengan sempurna. Sesungguhnya tidak menyempurnakan wudu termasuk dosa besar karena ada ancaman keras bagi pelakunya.

Yang dimaksud dengan menyempurnakan wudu adalah membasuh anggota wudu yang harus dibasuh yang tidak cukup diusap saja, menyempurnakan basuhan seluruh anggota wudu, dan mengusap anggota wudu yang harus diusap seperti kepala dan perban apabila membasuh dapat membahayakannya dan lain sebagainya.

Selain melalaikan anggota wudu, sikap berlebih-lebihan dan waswas dalam berwudu termasuk perkara yang tercela.

Baca juga: TIDAK DITERIMA SALAT TANPA BERWUDU

Baca juga: ISTINSYAQ, ISTIJMAR DAN MENCUCI TANGAN

(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Fikih