Tanda-tanda kiamat, yaitu alamat-alamatnya. Tanda-tanda besar kiamat adalah yang mendahului terjadinya kiamat, terjadi dekat dengannya, dan berlangsung secara berurutan. Jika salah satunya telah muncul, maka yang lainnya akan menyusul seperti runtutan butir manik pada seutas benang. Tidak ada nash yang tegas mengenai urutannya, melainkan urutannya diambil dari gabungan hadis-hadis yang menyebutkan tanda-tanda kiamat dan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi menjelang kiamat. Karena itu para ulama berbeda pendapat mengenai urutannya.
Dalam majelis ini serta majelis-majelis berikutnya —in sya Allah— akan kami paparkan tanda-tanda besar kiamat dan sebagian tanda-tanda kecil kiamat. Yang pertama di antaranya adalah keluarnya al-Mahdi, dan ia termasuk tanda kiamat yang mendahului tanda besar kiamat yang pertama.
al-Mahdi: namanya sama dengan nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nama ayahnya sama dengan nama ayah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka namanya adalah Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Ia berasal dari keturunan Fathimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَذْهَبِ الدُّنْيَا أَوْ لَا تَنْقَضِيَ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي
“Tidak akan hilang dunia atau tidak akan berakhir dunia sampai seorang laki-laki dari keluargaku yang namanya sesuai dengan namaku memimpin bangsa Arab.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dengan lafaz ini, at-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadis hasan sahih. Juga oleh Abu Dawud. al-Albani berkata, “Hasan sahih)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَصْفُهُ أَنَّهُ أَجْلَى الْجَبْهَةَ وَأَقْنَى الْأَنْفَ
“Dan sifatnya adalah dahinya lebar dan hidungnya mancung.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dengan lafaz ini, at-Tirmidzi dan ia berkata, “Hadis hasan sahih. Juga oleh Abu Dawud. al-Albani berkata, “Hasan sahih)
al-Mahdi akan muncul di akhir zaman, lalu Allah memperbaikinya dalam satu malam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ، يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ
“al-Mahdi dari keluargaku. Allah memperbaikinya dalam satu malam.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. al-Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah menilainya sebagai hadis hasan)
Ibn Katsir berkata, “Maksudnya Allah menerima tobatnya, memberinya taufik, mengilhaminya, dan membimbingnya setelah sebelumnya tidak demikian.”
Maka Allah menolong agama dengan perantara dirinya. Ia menyebarkan keadilan di bumi setelah bumi dipenuhi dengan kezaliman dan ketidakadilan. Ia akan memerintah selama tujuh tahun. Umat pada masa itu mendapatkan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Langit menurunkan hujannya, bumi mengeluarkan buah-buahan dan kebaikannya, serta harta melimpah di tangan manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ، يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلَازِلَ، فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا، يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الْأَرْضِ، يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا.
“Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian tentang al-Mahdi. Ia akan diutus di tengah umatku ketika terjadi perselisihan di antara manusia dan banyak gempa. Lalu ia memenuhi bumi dengan keadilan dan keseimbangan, sebagaimana bumi sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan ketidakadilan. Penduduk langit dan bumi ridha kepadanya. Ia membagikan harta secara merata.”
Seseorang bertanya, “Apa maksudnya merata?”
Beliau menjawab,
بِالسَّوِيَّةِ بَيْنَ النَّاسِ
“Sama rata di antara manusia.”
Beliau bersabda,
وَيَمْلَأُ اللَّهُ قُلُوبَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غِنًى، وَيَسَعُهُمْ عَدْلُهُ حَتَّى يَأْمُرَ مُنَادِيًا فَيُنَادِي فَيَقُولُ: مَنْ لَهُ فِي مَالٍ حَاجَةٌ؟ فَمَا يَقُومُ مِنَ النَّاسِ إِلَّا رَجُلٌ، فَيَقُولُ: ائْتِ السَّدَّانَ ـ يَعْنِي الْخَازِنَ ـ فَقُلْ لَهُ: إِنَّ الْمَهْدِيَّ يَأْمُرُكَ أَنْ تُعْطِيَنِي مَالًا. فَيَقُولُ لَهُ: احْثُ. حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ فِي حِجْرِهِ وَأَبْرَزَهُ نَدِمَ فَيَقُولُ: كُنْتُ أَجْشَعَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ نَفْسًا، أَوْ عَجَزَ عَنِّي مَا وَسِعَهُمْ. قَالَ: فَيَرُدُّهُ فَلَا يُقْبَلُ مِنْهُ. فَيُقَالُ لَهُ: إِنَّا لَا نَأْخُذُ شَيْئًا أَعْطَيْنَاهُ. فَيَكُونُ كَذَلِكَ سَبْعَ سِنِينَ أَوْ ثَمَانَ سِنِينَ أَوْ تِسْعَ سِنِينَ، ثُمَّ لَا خَيْرَ فِي الْعَيْشِ بَعْدَهُ، أَوْ قَالَ: ثُمَّ لَا خَيْرَ فِي الْحَيَاةِ بَعْدَهُ.
“Allah memenuhi hati umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kecukupan. Keadilannya meliputi mereka, sampai ia memerintahkan seorang penyeru yang berseru, ‘Siapa yang membutuhkan harta?’ Tidak seorang pun berdiri kecuali seorang laki-laki. Ia berkata, ‘Datangilah bendahara, dan katakan: al-Mahdi memerintahkanmu untuk memberiku harta.’ Bendahara berkata, ‘Ambillah sebanyak yang engkau mau.’ Hingga ketika ia mengumpulkannya di pangkuannya lalu membawanya pergi, ia menyesal. Ia berkata, ‘Aku adalah orang yang paling tamak di antara umat Muhammad, atau aku tidak mampu merasa cukup dengan apa yang telah mencukupi mereka.’ Ia ingin mengembalikannya, namun tidak diterima darinya. Dikatakan kepadanya, ‘Kami tidak mengambil kembali sesuatu yang telah kami berikan.’ Demikianlah keadaannya selama tujuh, atau delapan, atau sembilan tahun. Setelah itu tidak ada lagi kebaikan dalam hidup,” atau beliau bersabda, “tidak ada lagi kebaikan dalam kehidupan setelahnya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad)
Ya Allah, perbaikilah para pemimpin kami dan para penguasa urusan kami, dan tunjukilah mereka ke jalan-Mu yang lurus. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kami Muhammad dan keluarganya, serta limpahkanlah salam yang banyak hingga hari kiamat.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
Baca juga: TANDA-TANDA KECIL HARI KIAMAT
Baca juga: KISAH NABI YUSUF – MIMPI YUSUF DAN DIBUANG KE DALAM SUMUR
Baca juga: IHSAN
(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

