TANDA-TANDA KECIL KIAMAT

TANDA-TANDA KECIL KIAMAT

Tanda-tanda kecil kiamat adalah tanda-tanda yang muncul jauh sebelum terjadinya kiamat, dalam rentang waktu yang panjang. Tanda-tanda ini berupa hal-hal yang tergolong biasa terjadi, seperti dicabutnya ilmu, merebaknya kebodohan, maraknya minum khamr, dan berlomba-lomba meninggikan bangunan. Sebagian dari tanda-tanda kecil ini muncul bersamaan dengan tanda-tanda besar, atau bahkan setelahnya.

Sebagian ulama membagi tanda-tanda kiamat dari sisi kemunculannya ke dalam tiga bagian:

1. Bagian yang telah muncul dan telah berlalu.

2. Bagian yang telah muncul dan masih terus berlanjut serta semakin banyak.

3. Bagian yang belum muncul hingga saat ini.

Adapun dua bagian pertama, keduanya termasuk dalam tanda-tanda kecil kiamat. Adapun bagian ketiga, di dalamnya tercakup tanda-tanda besar dan sebagian tanda-tanda kecil. Hikmah dari didahulukannya kemunculan tanda-tanda ini adalah untuk membangunkan orang-orang yang lalai dan mendorong mereka untuk bertobat dan bersiap-siap. Kami akan menyebutkan sebagian dari tanda-tanda tersebut, karena tidak mungkin untuk mencakup semuanya secara lengkap.

Tanda-tanda yang telah Muncul dan telah Berlalu

Di antara tanda-tanda yang termasuk dalam bagian pertama —yaitu tanda-tanda yang telah muncul dan telah berlalu:

1. Diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ، أَوْ كَهَاتَيْنِ

Aku diutus bersamaan dengan Hari Kiamat seperti ini dan ini,” seraya merapatkan antara jari telunjuk dan jari tengah. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

2. Wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ

Hitunglah enam hal yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat: wafatku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis…” (hingga akhir hadis) (Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

3. Peristiwa (Perang) Shiffin

Yaitu fitnah (ujian) yang terjadi di antara para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in, yang mengakibatkan pertumpahan darah yang besar. Mereka semua adalah para mujtahid yang mencari kebenaran. Di antara mereka ada yang benar dan ada yang keliru. Namun kesalahan orang yang keliru tenggelam dalam lautan kebaikannya. Maka Allah meridhai mereka semua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ عَظِيمَتَانِ، وَتَكُونَ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ، وَدَعْوَاهُمَا وَاحِدَةٌ

Tidak akan terjadi kiamat hingga dua kelompok besar saling berperang dan terjadi pertumpahan darah besar di antara mereka, padahal keduanya memiliki tujuan yang sama.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dan lafal ini berasal dari Muslim)

Tanda-tanda yang telah Muncul dan Masih Berlanjut serta Semakin Banyak

Di antara tanda-tanda yang termasuk bagian kedua —yaitu tanda-tanda yang telah muncul dan masih terus berlanjut serta semakin banyak:

1. Munculnya fitnah-fitnah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ بينَ يَدَيِ السّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ القَائِمِ، وَالقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، فَاكْسِرُوا قِسِيَّكُمْ، وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ، وَاضْرِبُوا بِسُيُوفِكُمُ الحِجَارَةَ، فَإِنْ دَخَلَ عَلَى أَحَدِكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ

Sesungguhnya menjelang Hari Kiamat akan muncul fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman namun di sore hari menjadi kafir, atau di sore hari beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Orang yang duduk di dalamnya (di tengah fitnah) lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Maka patahkanlah busur-busur kalian, potonglah tali-talinya, dan pukullah pedang-pedang kalian dengan batu. Jika fitnah itu masuk —yakni menimpa salah seorang dari kalian— maka hendaklah ia bersikap seperti sebaik-baik dari dua putra Adam.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dinilai sahih oleh al-Albani)

2. Munculnya fitnah dari arah timur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika sedang menghadap ke arah timur, bersabda,

هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا، هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا، هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَاهُنَا

Ingatlah, fitnah itu dari sini! Ingatlah, fitnah itu dari sini! Ingatlah, fitnah itu dari sini! Dari arah munculnya tanduk setan.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, dengan lafal milik Muslim)

Aku katakan: Sejarah menjadi saksi atas hal itu, karena sesungguhnya fitnah-fitnah terbesar yang menimpa kaum muslimin datang dari arah timur, seperti bid’ah Qadariyyah, pemikiran Jahmiyyah, paham Mu’tazilah, munculnya ajaran para filsuf, dan keyakinan bahwa al-Qur’an adalah makhluk. Fitnah-fitnah semacam ini terus bermunculan dari arah timur hingga akhirnya muncul fitnah terbesar: fitnah Dajjal —semoga laknat Allah yang terus-menerus tertimpa atasnya.

3. Mengikuti jejak umat-umat terdahulu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا، شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ

Tidak akan terjadi kiamat hingga umatku mengikuti jejak umat-umat sebelum mereka sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.”

Lalu ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah seperti orang-orang Persia dan Romawi?”

Beliau menjawab,

وَمِنَ النَّاسِ إِلَّا أُولَئِكَ

Lantas siapa lagi manusia kalau bukan mereka?” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

4. Menyebarnya perzinaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيُثْبَتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menetapnya kebodohan, diminumnya khamr, dan tampaknya perzinaan.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Fenomena ini terus meningkat dan semakin luas, hingga ketika yang tersisa di akhir zaman hanyalah orang-orang jahat, mereka akan seperti keledai yang saling kawin. Perzinaan pun dilakukan secara terang-terangan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda setelah menyebutkan angin lembut yang akan mencabut nyawa orang-orang beriman,

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ، فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

Maka tinggallah manusia terburuk yang saling berzina seperti keledai, lalu kiamat pun terjadi atas mereka.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Tanda-tanda yang belum Muncul hingga Saat ini

Termasuk dalam bagian ketiga —yaitu tanda-tanda yang belum muncul hingga saat ini:

1. Kembalinya tanah Arab menjadi padang rumput dan sungai-sungai

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ، حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلَا يَجِدَ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ، وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

Kiamat tidak akan terjadi hingga harta menjadi banyak dan melimpah, sampai seorang laki-laki keluar membawa zakat hartanya namun tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya, dan hingga tanah Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Tanah Arab hingga kini masih tergolong gersang dan miskin air, kecuali di beberapa wilayah. Namun kabar ini adalah benar, dan tanah Arab akan kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai sebagaimana dahulu.

2. Menyusutnya Sungai Eufrat sehingga menampakkan gunung emas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُوشِكُ الْفُرَاتُ أَنْ يَحْسِرَ عَنْ كَنْزٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَمَنْ حَضَرَهُ فَلَا يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا

Hampir-hampir Sungai Eufrat akan menyusut sehingga menyingkapkan harta berupa emas. Maka siapa yang mendatanginya, janganlah ia mengambil sedikit pun darinya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengambil emas itu karena akan timbul darinya fitnah dan peperangan. Maka, meninggalkannya adalah bentuk keselamatan. Dan Allah Mahamengetahui.

3. Dihalalkannya Baitul Haram dan dihancurkannya Ka’bah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ

Ka’bah akan dihancurkan oleh seseorang yang berkaki kecil dari Habasyah.”

Dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan:

يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ الْحَبَشَةِ، وَيَسْلُبُهَا حُلْيَتَهَا، وَيُجَرِّدُهَا مِنْ كِسْوَتِهَا، وَلَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ أُصَيْلَعُ أَفْيَدُعُ، يَضْرِبُ عَلَيْهَا بِمِسْحَاتِهِ وَمِعْوَلِهِ

Ka’bah akan dihancurkan oleh seseorang yang berkaki kecil dari Habasyah. Ia akan merampas perhiasannya dan menanggalkan kain penutupnya. Seolah-olah aku melihatnya: seorang yang berkepala botak, berkaki bengkok, memukul Ka’bah dengan cangkul dan palunya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Aku katakan: Hal ini akan terjadi di akhir zaman, menjelang terjadinya kiamat, saat tidak ada lagi orang yang memakmurkan masjid dan rasa pengagungan terhadap Ka’bah telah hilang dari hati manusia. Maka datanglah si “berkaki kecil” itu dan mencabut batu-batunya satu per satu.

Ya Allah, agungkanlah rumah-Mu yang suci dalam hati kami, dan tambahkanlah ketakwaan kepada kami. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kami Muhammad, kepada keluarganya, dan berikanlah keselamatan kepada mereka.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Baca juga: PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI HARI AKHIR

Baca juga: MENGAKU SEBAGAI NABI

Baca juga: KISAH NABI YUSUF – MIMPI YUSUF DAN DIBUANG KE DALAM SUMUR

(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

Akidah