HARAMNYA KEZALIMAN DAN PERINTAH MENGEMBALIKAN KEZALIMAN (HAK-HAK) KEPADA PEMILIKNYA

HARAMNYA KEZALIMAN DAN PERINTAH MENGEMBALIKAN KEZALIMAN (HAK-HAK) KEPADA PEMILIKNYA

Allah Ta’ala berfirman:

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Tidak ada bagi orang-orang zalim seorang teman setia pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.” (QS Ghafir: 18)

Dan firman-Nya:

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

Dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.” (QS al-Hajj: 71)

PENJELASAN

Penulis rahimahullah berkata, “Bab Haramnya Kezaliman dan Perintah Mengembalikan Kezaliman (Hak-hak) kepada Pemiliknya.”

Bab ini mencakup dua perkara: haramnya kezaliman dan wajibnya mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya

Ketahuilah bahwa kezaliman maknanya adalah kekurangan. Allah Ta’ala berfirman:

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا

Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak mengurangi sedikit pun darinya.” (QS al-Kahfi: 33)

Artinya, tidak berkurang sedikit pun.

Adapun kekurangan bisa terjadi dalam dua bentuk: melampaui batas dengan melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan atau lalai terhadap sesuatu yang wajib dilakukan.

Dengan demikian, kezaliman berputar pada dua hal: meninggalkan kewajiban atau melakukan yang haram.

Kezaliman terbagi menjadi dua jenis:

1. Kezaliman yang berkaitan dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla

2. Kezaliman yang berkaitan dengan hak sesama manusia

Kezaliman yang paling besar adalah yang berkaitan dengan hak Allah, yaitu berbuat syirik kepada-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, “Dosa apa yang paling besar?”

Beliau menjawab,

أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ

Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia yang menciptakanmu.” (HR al-Bukhari no. 4761 dan Muslim no. 86)

Kemudian setelah itu adalah kezaliman dalam dosa-dosa besar, lalu kezaliman dalam dosa-dosa kecil.

Adapun dalam hak-hak sesama manusia, maka kezaliman berkisar pada tiga perkara, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam khutbah Haji Wada’. Beliau bersabda,

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram atas sesama kalian, sebagaimana haramnya hari ini, di bulan ini, dan di negeri ini.” (HR al-Bukhari no. 4406)

Kezaliman dalam hal ini mencakup:

◼️ Kezaliman terhadap jiwa (darah), yaitu seseorang melampaui batas terhadap orang lain dengan menumpahkan darah, melukai, atau yang semisalnya.

◼️ Kezaliman terhadap harta, yaitu seseorang berbuat zalim dalam harta orang lain, baik dengan tidak menunaikan kewajiban yang harus ia berikan, melakukan perbuatan yang haram terhadap harta tersebut, menahan hak yang wajib ia keluarkan, atau mengambil atau menggunakan harta orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan.

◼️ Adapun kezaliman terhadap kehormatan, maka mencakup pelanggaran terhadap orang lain seperti zina, liwath (homoseksual), tuduhan zina (qadzf), dan yang semisalnya.

Semua bentuk kezaliman, apa pun jenisnya, adalah haram. Orang yang zalim tidak akan mendapatkan siapa pun yang menolongnya.

Allah Ta’ala berfirman:

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Tidak ada bagi orang-orang zalim seorang teman setia pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.” (QS Ghafir: 18)

Maksudnya, pada Hari Kiamat orang yang zalim tidak akan mendapatkan teman dekat yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah dan tidak pula mendapatkan pemberi syafaat yang syafaatnya diterima. Hal itu karena ia dijauhi akibat kezaliman, kedurhakaan, dan permusuhannya. Maka orang zalim tidak akan mendapatkan penolong pada Hari Kiamat.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Dan tidak ada bagi orang-orang zalim para penolong.” (QS al-Baqarah: 270)

Artinya, mereka tidak akan mendapatkan penolong yang dapat menolong dan mengeluarkan mereka dari azab Allah pada hari itu.

Baca juga: KEZALIMAN DAN JENIS-JENISNYA

Baca juga: MENGAPA SYIRIK DISEBUT KEZALIMAN YANG BESAR?

Baca juga: ANAK ADALAH AMANAH

Baca juga: PAHALA BESAR BAGI ORANG YANG MEREALISASIKAN TAUHID

Baca juga: KETIKA KEZALIMAN TIDAK DICEGAH, AZAB MENJADI MENYELURUH

(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

Riyadhush Shalihin Serba-Serbi