NERAKA, SIFAT-SIFATNYA, DAN PARA PENGHUNINYA

NERAKA, SIFAT-SIFATNYA, DAN PARA PENGHUNINYA

Segala puji bagi Allah yang menjadikan Neraka sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir dan sebagai tempat kesudahan bagi orang-orang yang berdosa, sombong, dan berlaku sewenang-wenang. Dia adalah Hakim Yang Mahaadil, sangat keras hukuman-Nya, dan sebaik-baik Hakim.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan yang hak lagi nyata. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang telah memberikan peringatan dan ancaman serta mengabarkan bahwa sesungguhnya Jahanam adalah tempat tinggal bagi orang-orang zalim.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat beliau, para pemimpin orang-orang yang bertakwa, serta kepada orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Pembalasan.

Amma ba’du.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian dan takutlah kepada Neraka yang telah disediakan bagi orang-orang kafir. Taatilah Allah dan Rasul-Nya jika kalian benar-benar beriman. Sesungguhnya Allah telah mengabarkan bahwa tidak ada yang masuk ke dalam Neraka selain orang yang paling celaka, yaitu orang yang mendustakan dan berpaling, mengumpulkan harta lalu menyimpannya, serta melupakan awal dan akhir kehidupannya.

Neraka adalah tempat tinggal orang yang melampaui batas dan berbuat sewenang-wenang, berlaku angkuh terhadap makhluk, serta lebih mengutamakan kehidupan dunia. Ia adalah negeri kesengsaraan yang abadi dan azab yang sangat pedih lagi kekal. Sebuah negeri yang di dalamnya Allah mengumpulkan berbagai macam azab bagi orang-orang yang melampaui batas, dan menimpakan kemurkaan, api yang menyala-nyala, serta hijab kepada para penghuninya.

Sebuah negeri yang sangat dahsyat kemurkaan dan suara gemuruhnya, semakin mengerikan kedahsyatannya dan semakin berkobar nyala apinya. Dasarnya sangat dalam dan azabnya sangat pedih. Pakaian para penghuninya adalah ter dan besi, makanan mereka adalah al-ghislin, dan minuman mereka adalah nanah. Orang yang berdosa meneguknya sedikit demi sedikit dan hampir tidak mampu menelannya. Kematian mendatanginya dari segala arah, tetapi ia tidak juga mati sehingga dapat beristirahat dari penderitaan.

Para penghuninya berpindah-pindah antara zamharir yang sangat dingin dan api yang menyala-nyala. Mereka menghadapi kepayahan dan kesengsaraan di dalamnya. Maka betapa buruk tempat tinggal itu dan betapa sengsara tempat kembali tersebut.

Mereka ditimpa rasa lapar yang sangat dahsyat dan mengerikan serta rasa haus yang sangat besar dan menyakitkan. Mereka pun meminta pertolongan untuk mendapatkan makanan dan minuman, tetapi mereka justru diberi pertolongan dari azab tersebut dengan azab yang lebih mengerikan. Mereka diberi air seperti al-muhl, yaitu timah yang dilelehkan, buruk rasanya, busuk baunya, dan panasnya telah mencapai puncaknya. Apabila air itu didekatkan ke wajah mereka, kulit dan daging wajah mereka terkelupas. Apabila masuk ke dalam perut mereka, air itu melelehkan isi perut dan memotong-motong usus mereka.

Makanan zaqqum mendidih di dalam perut mereka seperti mendidihnya air yang sangat panas. Kemudian mereka meminum air yang sangat panas di atasnya. Mereka meminumnya seperti unta yang sangat kehausan. Itulah hidangan bagi mereka. Maka betapa buruk hidangan yang tidak mulia itu.

Mereka menyeru Malik, penjaga Neraka,

لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ

Biarlah Rabb-mu mematikan kami saja.”

Malik menjawab,

إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ ۝ لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal di sini. Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kalian, tetapi kebanyakan kalian membenci kebenaran itu.” (QS az-Zukhruf: 77–78)

Mereka pun menyeru Rabb mereka untuk meminta pertolongan,

رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ ۝ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ

Wahai Rabb kami, kejahatan kami telah menguasai kami, dan kami adalah kaum yang sesat. Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami darinya. Jika kami kembali lagi kepada kekafiran, sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” (QS al-Mu’minun: 106–107)

Allah berfirman:

اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku.” (QS al-Mu’minun: 108)

Pada saat itulah mereka berputus asa dari segala kebaikan dan mulai mengeluarkan suara rintihan dan tarikan napas yang berat. Setiap kali kobaran api menekan mereka dan mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab yang membakar.”

Azab Neraka tidak diringankan dari mereka, sedangkan mereka berputus asa di dalamnya. Tangisan mereka kemudian berubah menjadi darah setelah air mata. Mereka tidak lagi mengharapkan balasan selain apa yang sesuai dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

Apa yang mereka inginkan dan mereka cari telah luput dari mereka. Mereka telah mengakui dosa-dosa mereka, dan dosa-dosa mereka telah mengepung mereka. Mereka menyerukan kecelakaan dan kebinasaan:

“Wahai kebinasaan kami, wahai penyesalan kami atas kelalaian kami terhadap hak Allah, betapa sedihnya kami karena dahsyatnya azab dan kesengsaraan! Betapa berat penderitaan kami karena berada di negeri hukuman dan terus-menerus mengalami kepayahan! Betapa besarnya musibah kami karena kekal di dalam Neraka Jahim! Betapa dahsyatnya bencana ini!

Tidak ada bagi kami seorang pun yang memberi syafaat, tidak pula para wali dan sahabat karib yang dapat menolak azab dari kami. ar-Rahman membiarkan kami di dalam azab sebagaimana dahulu kami melupakan-Nya, sebagaimana dahulu kami mengingkari ayat-ayat-Nya dan balasan perjumpaan dengan-Nya.

Demi Allah, sungguh hati kami telah binasa karena kerasnya hukuman. Sungguh, hati kami benar-benar tercabik-cabik karena berbagai kesusahan dan besarnya musibah. Sama saja bagi kami, apakah kami berkeluh kesah atau bersabar, karena azab itu tetap berlangsung. Sama saja apakah kami berdoa atau diam, karena tidak ada bagi kami seorang pun yang mengasihani, tidak ada pelindung, dan tidak ada pula yang menyayangi.”

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ

Baca juga: ANJURAN UNTUK BERDOA

Baca juga: NAFSU DAN SIFAT-SIFATNYA

Baca juga: BEBERAPA KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI

Baca juga: ALLAH MAHABAIK DAN TIDAK MENERIMA KECUALI YANG BAIK

Baca juga: RUKUN IMAN – BERIMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH

(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Khotbah