BOLEH MEMBACA AL-QUR’AN DALAM KEADAAN BERDIRI, BERJALAN, BERBARING ATAU BERKENDARAAN

BOLEH MEMBACA AL-QUR’AN DALAM KEADAAN BERDIRI, BERJALAN, BERBARING ATAU BERKENDARAAN

Di antara adab membaca al-Qur’an adalah boleh membaca al-Qur’an dalam keadaan berdiri, berjalan, berbaring, atau berkendara. Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring…” (QS Ali Imran: 191)

Dan firman-Nya:

لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Agar kamu dapat duduk di atas punggungnya, kemudian kamu mengingat nikmat Rabb-mu ketika kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan, ‘Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.’” (QS az-Zukhruf: 13-14)

Dalil dari Sunnah:

Dari hadis Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari penaklukan Makkah membaca surat al-Fath di atas kendaraan beliau.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Dari hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersandar di pangkuanku saat aku sedang haidh, lalu beliau membaca al-Qur’an.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Keadaan berjalan: Keadaan berjalan diqiyaskan dengan keadaan berkendara karena tidak ada perbedaan di antara keduanya.

Faedah: Dalam hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha terdapat dalil tentang bolehnya membaca al-Qur’an di pangkuan perempuan yang sedang haidh atau nifas. Maksud dari bersandar di sini adalah meletakkan kepala di pangkuan.

Baca juga: ADAB BERJALAN

Baca juga: MEMBACA AL-QUR’AN TANPA MENGGERAKKAN BIBIR

Baca juga: AL-QUR’AN DAN KEUTAMAANNYA

(Fuad bin Abdul ‘Aziz asy-Syalhub)

Adab Kitabul Aadab