DIALOG TAUHID DI MEDAN PERANG

DIALOG TAUHID DI MEDAN PERANG

Ketika kaum muslimin tetap bertahan dan berjuang dengan segenap kekuatan untuk melindungi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kaum musyrikin tidak mampu menembus barisan kaum muslimin untuk mencapai beliau. Kegigihan kaum muslimin semakin menyulitkan mereka, hingga akhirnya Abu Sufyan tidak memiliki pilihan selain menjanjikan perang lanjutan pada tahun berikutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyetujuinya.

Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan menghadapi kaum muslimin dan berseru, “Apakah di antara kalian terdapat Muhammad?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para sahabat, “Janganlah kalian menjawabnya.”

Abu Sufyan kembali bertanya, “Apakah di antara kalian terdapat Abu Quhafah?”

Beliau berkata, “Jangan menjawabnya.”

Ia lalu bertanya lagi, “Apakah di antara kalian terdapat Ibnul Khaththab?”

Setelah itu Abu Sufyan berkata, “Mereka pasti telah mati, karena jika masih hidup, mereka tentu akan menjawab.”

Mendengar ucapan itu, ‘Umar tidak mampu menahan diri lalu berkata, “Engkau bohong, wahai musuh Allah! Semoga Allah senantiasa menurunkan sesuatu yang akan menyedihkanmu.”

Abu Sufyan berkata, “Agunglah Hubal.”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jawablah ia.”

Para sahabat bertanya, “Apa yang harus kami katakan?”

Beliau bersabda, “Katakanlah, ‘Allah lebih Tinggi dan lebih Agung.’

Abu Sufyan melanjutkan ucapannya, “Kami memiliki ‘Uzza, sedangkan kalian tidak memiliki ‘Uzza di pihak kalian.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jawablah ia.”

Mereka bertanya, “Apa yang harus kami katakan?”

Beliau bersabda, “Allah adalah Maula (Rabb) kami, dan kalian tidak memiliki Maula (seperti Allah) di pihak kalian.”

Abu Sufyan kembali berkata, “Ini adalah pembalasan atas kekalahan kami di Badar. Perang akan terus berlangsung. Kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal, dan hal itu tidak akan mengganggu kalian.”

Dalam riwayat dari Ahmad dan Ibnu Ishaq disebutkan bahwa ‘Umar berkata, “Sungguh tidak sama. Korban dari pihak kami berada di Surga, sedangkan korban dari pihak kalian berada di Neraka.”

Baca sebelumnya: JANJI DI MAKKAH, TERPENUHI DI UHUD: KISAH UBAY BIN KHALAF

Baca setelahnya: KEWASPADAAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM TERHADAP GERAK MUSUH

(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

Kisah Sirah Nabawiyah