ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN MELALUI MUSIBAH

ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN MELALUI MUSIBAH

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا، يُصِبْ مِنْهُ

Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya.” (HR al-Bukhari)

PENJELASAN

Perkataan ‘يُصب’ dibaca dengan dua cara: dengan fathah (يُصَب) dan dengan kasrah (يُصِب). Kedua cara tersebut adalah benar.

Adapun ‘يُصِبْ مِنْهُ’ maknanya adalah bahwa Allah menakdirkan kepadanya musibah-musibah sehingga Dia mengujinya dengan musibah-musibah tersebut: apakah dia bersabar atau mengeluh. Sedangkan ‘يُصَبْ مِنْهُ’ maknanya lebih umum, yaitu tertimpa musibah dari Allah maupun dari selain-Nya. Namun, hadis yang bersifat umum ini dibatasi oleh hadis-hadis lain sehingga maksudnya adalah, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka dia akan bersabar dan mengharap pahala (ketika ditimpa musibah), sehingga Allah menimpakan kepadanya musibah-musibah untuk mengujinya.”

Adapun jika dia tidak bersabar, maka dia bisa saja tertimpa banyak musibah yang tidak ada kebaikan di dalamnya, dan Allah tidak menghendaki kebaikan baginya.

Orang-orang kafir tertimpa banyak musibah. Meskipun demikian, mereka tetap dalam kekufuran sampai mereka mati. Mereka ini, tanpa diragukan lagi, tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah.

Tetapi yang dimaksud di sini adalah barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, Allah menimpakan kepadanya musibah-musibah, dan dia bersabar atas musibah-musibah itu. Itulah kebaikan baginya, karena dia yakin bahwa dengan musibah-musibah itu, Allah menghapus dosa-dosa dan menghilangkan kesalahan-kesalahan.

Tidak diragukan lagi bahwa penghapusan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan adalah kebaikan bagi manusia, karena musibah-musibah itu pada akhirnya hanyalah musibah-musibah duniawi yang akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Semakin berlalu waktu, semakin ringan musibah-musibah itu bagimu, tetapi azab akhirat adalah kekal — dan kita berlindung kepada Allah darinya. Maka, jika Allah menghapus dosa-dosamu melalui musibah-musibah, hal itu menjadi kebaikan bagimu.

Baca juga: PAHAM AGAMA, TANDA ALLAH MENGHENDAKI KEBAIKAN

Baca juga: KEADAAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI MUSIBAH

Baca juga: HUKUMAN DISEGERAKAN KEPADA ORANG YANG ALLAH KEHENDAKI KEBAIKAN

(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

Kelembutan Hati Riyadhush Shalihin