◼️ Telah disebutkan sebelumnya hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ucapan beliau kepada orang yang sakit,
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Tidak mengapa, semoga menjadi penyuci dosa, insya Allah.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5656 dan 5662)
◼️ Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ، إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ
“Barang siapa menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu ia mengucapkan di sisinya sebanyak tujuh kali,
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
‘Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Rabb Arsy yang agung, agar menyembuhkanmu,’ maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3106 dan at-Tirmidzi no. 2083, dan ia menilainya hasan)
◼️ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi orang sakit atau didatangkan kepadanya orang sakit, beliau mengucapkan,
أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Hilangkanlah penyakit ini, wahai Rabb manusia. Sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Mahamenyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit sedikit pun.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5743 dan 5750, Muslim no. 2191, dan Ibnu Majah no. 3520)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Apabila seseorang mengeluhkan suatu penyakit, beliau mengusapnya dengan tangan kanannya,” kemudian menyebutkan hadis tersebut.
Makna “la yughadiru” adalah “Tidak menyisakan” atau “tidak meninggalkan.”
◼️ Telah disebutkan sebelumnya hadis Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya, beliau berdoa,
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
“Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5699, Muslim no. 1628, dan at-Tirmidzi no. 2116)
◼️ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Apabila salah seorang anggota keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, beliau membacakan al-Mu’awwidzat kepadanya dan meniupkannya. Ketika beliau sakit yang menyebabkan wafatnya, aku membacakan al-Mu’awwidzat untuk beliau, lalu aku mengusap beliau dengan tangan beliau sendiri, karena tangan beliau lebih besar keberkahannya daripada tanganku.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5016, Muslim no. 2192, dan Abu Dawud no. 3902)
Makna “an-nafshu” adalah mengumpulkan kedua telapak tangan, kemudian membaca al-Mu’awwidzat, lalu meniup dengan hembusan ringan ke dalamnya, kemudian mengusap tubuh dan wajah dengannya.
◼️ Dianjurkan membaca surah al-Fatihah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang membacakannya untuk orang yang tersengat binatang berbisa,
وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ
“Bagaimana engkau mengetahui bahwa al-Fatihah itu adalah ruqyah?” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 2276, Muslim no. 2201, Abu Dawud no. 3418, at-Tirmidzi no. 2064, dan Ibnu Majah no. 2156)
◼️ Dari Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia mengadukan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu rasa sakit yang ia rasakan pada tubuhnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي يَأْلَمُ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
“Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang terasa sakit, lalu ucapkan,
بِسْمِ اللَّهِ
‘Dengan nama Allah,’
sebanyak tiga kali. Kemudian ucapkan sebanyak tujuh kali,
أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
‘Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.’” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2202, Abu Dawud no. 3891, at-Tirmidzi no. 2080, dan Ibnu Majah no. 3522)
◼️ Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ الرَّجُلُ يَعُودُ مَرِيضًا فَلْيَقُلْ
“Apabila seseorang datang menjenguk orang sakit, hendaklah ia mengucapkan,
اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ، يَنْكأْ لَكَ عَدُوًّا، أَوْ يَمْشِي لَكَ إِلَى صَلَاةٍ
‘Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, agar ia dapat melukai musuh-Mu atau berjalan menuju shalat karena-Mu.’” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3107, dan disahihkan oleh al-Albani)
◼️ Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Jibril mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bertanya,
أَشْتَكَيْتَ؟
“Apakah engkau sedang sakit?”
Beliau menjawab,
نَعَمْ
“Ya.”
Jibril berkata,
بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللَّهُ يَشْفِيكَ، بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
“Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah akan menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2186, at-Tirmidzi no. 977, dan Ibnu Majah no. 3532)
◼️ Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila seseorang mengeluhkan suatu penyakit, atau mengalami luka atau borok, beliau melakukan seperti ini dengan jarinya —Sufyan bin ‘Uyainah, perawi hadis ini, meletakkan jari telunjuknya ke tanah lalu mengangkatnya— kemudian beliau mengucapkan,
بِسْمِ اللَّهِ، تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا
“Dengan nama Allah, tanah bumi kami, dengan air liur sebagian kami, orang yang sakit di antara kami disembuhkan dengan izin Rabb kami.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5745, Muslim no. 2194, Abu Dawud no. 3895, dan Ibnu Majah no. 3521)
Baca juga: ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
Baca juga: ADAB ORANG SAKIT SESUAI AL-QUR’AN DAN SUNAH
Baca juga: HUKUM MENJENGUK ORANG SAKIT
Baca juga: KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT
Baca juga: ADAB ORANG SAKIT MENJELANG KEMATIAN
(Syekh Abu Abdurrahman Adil bin Yusuf al-Azazy)

