Dari Abu Abdillah –dan ada yang mengatakan Abu ‘Abdurrahman– Tsauban radhiyallahu ‘anhu, mantan budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ. فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak bersujud, karena sesungguhnya tidaklah engkau bersujud satu kali kepada Allah melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya dan menghapus darimu satu kesalahan.” (HR Muslim)
PENJELASAN
Penulis rahimahullah berkata dalam apa yang ia nukil dari Tsauban, mantan budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah engkau memperbanyak sujud.”
Kata ‘alaika’ maksudnya adalah wajibkanlah atas dirimu untuk banyak bersujud.
Beliau melanjutkan, “Karena tidaklah engkau bersujud satu kali kepada Allah kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya dan menghapus darimu satu kesalahan dengannya.”
Hadis ini serupa dengan hadis sebelumnya dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami, yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aku memohon kepadamu agar dapat menemanimu di Surga.”
Beliau bersabda,
فَأَعِنِّيْ عَلَىٰ نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ
“Bantulah aku untuk mewujudkan permintaan itu dengan memperbanyak sujud.” (HR Muslim)
Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa seseorang hendaklah memperbanyak sujud. Dan telah dijelaskan sebelumnya bahwa memperbanyak sujud mengharuskan memperbanyak rukuk, berdiri, dan duduk. Sebab, setiap rakaat terdapat dua sujud dan satu rukuk. Tidak mungkin bersujud tiga atau empat kali dalam satu rakaat. Oleh karena itu, memperbanyak sujud mengharuskan memperbanyak rukuk, berdiri, dan duduk.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan apa yang akan diperoleh seseorang dari pahala apabila ia bersujud. Yaitu bahwa ia akan memperoleh dua manfaat besar.
Manfaat pertama: Allah akan mengangkatnya satu derajat, yakni kedudukan di sisi-Nya dan di hati manusia. Demikian pula dalam amal salehmu, Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya.
Manfaat kedua: Allah menghapus darimu satu kesalahan dengannya.
Kesempurnaan bagi manusia tercapai dengan hilangnya hal-hal yang dibenci dan tercapainya hal-hal yang dicintai. Diangkatnya derajat termasuk hal yang dicintai manusia, sedangkan dosa-dosa termasuk hal yang dibenci manusia. Jika seseorang diangkat satu derajat dan dihapus satu dosanya dengan sujud tersebut, sungguh ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan dan selamat dari apa yang ia takutkan.
Baca juga: MEMBERBANYAK SUJUD, KUNCI PERMINTAAN UNTUK MENEMANI RASULULLAH DI SURGA
Baca juga: AMALAN PENGHAPUS DOSA KECIL DAN DOSA BESAR SEKALIGUS
Baca juga: AMAL PENGHAPUS DOSA KECIL YANG TIDAK MENGHAPUS DOSA BESAR
(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

