KEUTAMAAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN

KEUTAMAAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN

Dari Thariq bin Syihab al-Bujali al-Ahmasi radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal dia sudah meletakkan kakinya pada pelana, “Jihad apakah yang paling utama?”

Beliau menjawab,

كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

Menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Nasa’i)

PENJELASAN

Jihad di jalan Allah Ta’ala tidak terbatas pada jihad dengan senjata di medan perang. Ia memiliki banyak bentuk dan bidang. Dalam hadis ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jihad yang paling utama,” yaitu jihad yang paling besar dan paling bermanfaat di jalan Allah Ta’ala, “adalah menyampaikan kebenaran,” yaitu memerintahkan kepada yang ma’ruf atau melarang dari yang mungkar, dalam bentuk apa pun —baik dengan ucapan, tulisan, maupun perbuatan— “di hadapan penguasa yang zalim, atau pemimpin yang zalim,” yaitu kalimat yang berisi keadilan dan kebenaran yang ditujukan kepada pemimpin yang mengurusi urusan kaum muslimin, sementara telah tampak darinya kezaliman dan ia dikenal dengan hal tersebut. Bahkan mungkin ia menyakiti orang yang memerintahkannya atau melarangnya.

Karena itu Allah menjadikan pahala bagi orang yang memerintahkannya kepada keadilan dan kebaikan serta melarangnya dari kemungkaran sebagai salah satu tingkatan jihad yang paling tinggi. Hal ini karena jika pemimpin tersebut menerima nasihat itu, maka manfaatnya dapat meluas kepada banyak orang, sehingga tercapai kemaslahatan yang besar.

Baca juga: BANYAKNYA JALAN KEBAIKAN

Baca juga: SYARAT-SYARAT KALIMAT TAUHID

Baca juga: CIRI GENERASI YANG MENYELISIHI PETUNJUK PARA NABI

Akidah Riyadhush Shalihin