Segala puji bagi Allah, Rabb Yang Mahaagung, Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, Pemilik karunia yang agung dan kebaikan yang besar.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Raja Yang Mahamulia. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang tentang beliau Allah berfirman:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS al-Qalam: 4)
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Muhammad, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam petunjuk mereka yang lurus.
Amma ba’du.
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah jalan untuk mendekat kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kalian beruntung.” (QS al-Ma’idah: 35)
Adapun takwa di sini adalah menjauhi kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Adapun berjihad di jalan-Nya adalah mengerahkan segala kemampuan dalam menghadapi orang-orang yang menyimpang, melakukan ilhad, dan kufur. Adapun mencari wasilah kepada-Nya adalah mendekatkan diri kepada-Nya dengan pokok-pokok keimanan, syariat-syariat Islam, dan hakikat-hakikat ihsan.
Barang siapa mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah kepada-Nya atau berdoa kepada-Nya dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, maka itulah wasilah yang paling utama. Barang siapa bertawasul kepada-Nya dengan kebaikan-Nya, nikmat-nikmat-Nya, kemurahan-Nya, dan karunia-Nya, maka sungguh ia telah menempuh jalan orang-orang pilihan yang utama. Barang siapa mendekatkan diri kepada-Nya dengan meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya dan mengamalkan apa yang membuat-Nya ridha, maka dialah yang tidak diragukan lagi paling dekat kepada setiap kebaikan dan paling sampai kepadanya.
Barang siapa bertawasul kepada-Nya dengan kebutuhan, kefakiran, dan keadaan daruratnya, maka sungguh ia telah bertawasul kepada-Nya dengan sebaik-baik wasilah. Barang siapa bertawasul kepada-Nya dengan zat makhluk atau kedudukan mereka, maka ia adalah seorang pelaku bid’ah yang sesat. Barang siapa berdoa kepada suatu makhluk atau meminta pertolongan kepadanya, serta menganggap bahwa ia bertawasul dengannya kepada Allah, maka ia adalah seorang musyrik.
Maka bertawasullah kalian kepada Rabb kalian dengan memperbanyak sujud dan rukuk. Bertawasullah kepada-Nya dengan membaca firman-Nya disertai tadabbur dan kekhusyukan. Bertawasullah kepada-Nya dengan berbuat ihsan kepada sesama makhluk. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.
Demikian pula dengan berbakti kepada kedua orang tua dan menyambung tali silaturahmi, karena sesungguhnya Allah menyambung hubungan dengan orang-orang yang menyambung silaturahmi dan memutus hubungan dengan orang-orang yang memutuskannya.
Bertawasullah kepada-Nya dengan rasa takut kepada-Nya, mengharap kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.
Bertawasullah kepada-Nya dengan terus-menerus berdzikir kepada-Nya dan memohon ampun kepada-Nya. Betapa berbahagianya orang-orang yang berdzikir.
Bertawasullah kepada-Nya dengan mencintai Nabi kalian serta memperbanyak shalawat dan salam kepada beliau. Barang siapa memperbanyak shalawat kepada beliau, niscaya Allah mencukupi kegelisahannya dan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa bershalawat kepada beliau sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipatnya, serta ia akan memperoleh kecintaan beliau dan syafaat beliau.
Bertawasullah kepada-Nya dengan terus-menerus merendahkan diri dan menampakkan kelemahan. Mendekatlah kepada-Nya dengan menyayangi hewan-hewan, karena sesungguhnya Allah menyayangi di antara hamba-hamba-Nya orang-orang yang penyayang.
Bertawasullah kepada-Nya dengan membersihkan hati dari kecurangan, kedengkian, dan kebencian terhadap kaum muslimin, serta dengan memberikan nasihat dan kasih sayang kepada seluruh makhluk.
Bertawasullah kepada Allah dengan meninggalkan apa yang diperintahkan oleh jiwa yang selalu mendorong kepada keburukan berupa hawa nafsu dan berbagai tuntutannya, dengan menundukkan pandangan, menjaga lisan, dan menjauhi seluruh perkara yang diharamkan.
Bertawasullah kepada Allah dengan menyempurnakan keikhlasan kepada Dzat Yang disembah dan mengikuti Rasul, agar kalian memperoleh setiap sesuatu yang dicari, diinginkan, dan diharapkan.
Semoga Allah memberikan keberkahan kepadaku dan kepada kalian melalui al-Qur’an yang agung.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
Baca juga: BERTAWASUL DENGAN AMAL SALEH
Baca juga: TAWASUL SYAR’I DAN TAWASUL BID’AH
Baca juga: ALLAH LEBIH MENCINTAI AMALAN FARDHU
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DALAM SETIAP URUSAN
Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN MEMOHON PERTOLONGAN-NYA
(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

