ORANG YANG PALING BERHAK MEMANDIKAN MAYIT

ORANG YANG PALING BERHAK MEMANDIKAN MAYIT

Orang yang paling berhak memandikan mayit adalah orang yang diwasiati oleh mayit untuk memandikannya. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu telah berwasiat agar istrinya, Asma’ binti ‘Umais radhiyallahu ‘anha, yang memandikannya. (Diriwayatkan oleh Malik no. 1/223, Abdur Razzaq no. 3/67, dan Ibnu Abi Syaibah no. 3/249)

Setelah itu, yang paling berhak adalah keluarga dan kerabatnya, terutama orang yang paling mengetahui tata cara memandikan mayit di antara mereka.

Dari ‘Amir, ia berkata, “Ali, al-Fadhl, dan Usamah bin Zaid memandikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan merekalah yang memasukkan beliau ke dalam kuburnya.”

Amir berkata, “Marhab atau Abu Marhab menceritakan kepadaku bahwa mereka juga memasukkan Abdurrahman bin ‘Auf bersama mereka. Setelah selesai, Ali berkata, ‘Sesungguhnya yang paling berhak mengurus seseorang adalah keluarganya.’” (Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3209, dan disahihkan oleh al-Albani)

Baca juga: HUKUM DAN PAHALA MEMANDIKAN MAYIT

Baca juga: TATA CARA MEMANDIKAN MAYIT

Baca juga: SATU TINGGAL, DUA KEMBALI

Baca juga: BERWUDHU BAGI YANG MEMBAWA JENAZAH

Baca juga: KEMATIAN – DUA MALAIKAT PENANYA DI ALAM KUBUR

(Syekh Abu Abdurrahman Adil bin Yusuf al-Azazy)

Fikih