KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA KETIKA MENGHADAPI HAL-HAL YANG TIDAK DISUKAI

KELEMBUTAN ALLAH TERHADAP HAMBA-HAMBA-NYA KETIKA MENGHADAPI HAL-HAL YANG TIDAK DISUKAI

Segala puji bagi Allah Yang Mahapenyantun lagi Mahapenyayang, Yang Mahadermawan lagi Mahamulia. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah, Raja Yang Mahaagung. Milik-Nya nama-nama yang husna, sifat-sifat yang tinggi, serta karunia dan kebaikan yang melimpah. Dia memiliki rahmat yang luas dan hikmah yang sempurna, dan Dia Mahamengetahui lagi Mahabijaksana. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, yang tentangnya Allah berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas akhlak yang agung.” (QS al-Qalam: 4)

Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam serta keberkahan kepada Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya yang telah mendapat petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Amma ba’du.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya roh ketakwaan adalah mensyukuri nikmat-nikmat Allah, bersabar dan ridha terhadap pahitnya ketentuan-Nya, bersyukur kepada-Nya dalam perkara-perkara yang disukai dan menyenangkan, serta merendahkan diri dan memohon kepada-Nya ketika menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan berbagai bahaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ

Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya. Dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin.” (Diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad)

Ketahuilah bahwa di balik ketetapan Allah berupa berbagai musibah dan hal-hal yang tidak disukai terdapat hikmah-hikmah yang tersembunyi, kelembutan, serta berbagai keringanan yang tidak terhitung dan tidak mampu dijangkau seluruhnya. Seorang mukmin, ketika ditimpa sesuatu yang tidak disukainya dari Rabb-nya, lalu ia kembali kepada Allah, akan diberi taufik untuk bersabar. Dengan kesabarannya itu, disempurnakanlah baginya pahala orang-orang yang sabar. Ia pun mengharap pahala dan ganjaran dari Allah, sehingga memperoleh balasan orang-orang yang berbuat ihsan. Selain itu, ia menanti datangnya jalan keluar dari Allah, sehingga mendapatkan pahala orang-orang yang berharap kepada karunia-Nya. Sesungguhnya sebaik-baik ibadah adalah menanti datangnya jalan keluar dari Allah dan mengharapkan pahala yang disimpan untuk akhirat.

Allah Ta’ala menguji hamba-hamba-Nya. Ketika mereka diuji, Dia memberikan kelembutan dan pertolongan kepada mereka. Apabila suatu urusan terasa sulit dari satu sisi, Allah akan memudahkannya dari sisi yang lain, yang di dalamnya terdapat kelembutan dan karunia-Nya.

Tidakkah kalian melihat, ketika Allah dengan hikmah-Nya menahan turunnya hujan dan menimpakan kekeringan pada tanaman, bagaimana Dia tetap melimpahkan kelembutan-Nya kepada kalian di tengah musibah tersebut melalui nikmat-nikmat yang datang silih berganti dan berbagai karunia yang luas? Dia menganugerahkan kepada kalian berbagai alat modern yang dengannya tanaman dapat dipelihara, ladang dapat digarap, dan air dapat dikeluarkan. Berbagai sarana transportasi pun terus berjalan untuk mengangkut kebutuhan pokok, kebutuhan pelengkap, serta berbagai sarana kehidupan lainnya. Seandainya kekeringan itu menimpa manusia tanpa keadaan seperti itu, niscaya ladang-ladang akan binasa dan sarana transportasi akan terhenti karena terbatasnya fasilitas dan lemahnya kemampuan. Akibatnya, manusia akan tertimpa kelaparan dan berbagai bencana yang Allah telah melindungi mereka dari keburukannya.

Termasuk kelembutan Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah apa yang Dia mudahkan bagi mereka berupa banyaknya lapangan pekerjaan untuk memperoleh rezeki dan memenuhi kebutuhan hidup. Dengan itu, urusan orang-orang kaya maupun fakir dapat berjalan dengan baik, dan kehidupan pun terus berlangsung.

Betapa besar karunia Allah atas kita dan betapa luas kebaikan-Nya yang telah Dia limpahkan kepada kita. Karena itu, wajib atas kita untuk bersyukur kepada Allah dengan mengakui nikmat-nikmat dan karunia-karunia-Nya, memperbincangkan nikmat yang Allah mudahkan untuk diraih oleh tangan-tangan kita, serta menjadikannya sebagai sarana untuk membantu kita dalam menaati-Nya dan meraih keridaan-Nya.

Wajib atas kita untuk bersabar dan ridha terhadap segala yang Allah atur dan tetapkan. Hendaklah harapan akan datangnya jalan keluar selalu hadir di pelupuk mata dan tertanam di dalam hati kita. Hendaklah kita senantiasa berharap kepada karunia-Nya, karena karunia-Nya adalah tujuan akhir dan puncak harapan kita. Sesungguhnya kita tidak berharap kepada makhluk, tidak pula kepada orang yang kikir ataupun selain-Nya. Yang kita harapkan hanyalah Rabb Yang Mahakaya lagi Mahadermawan. Dia tidak merasa berat memenuhi kebutuhan orang-orang yang sangat membutuhkan, dan tidak pula bosan melimpahkan karunia yang banyak serta mengabulkan permintaan seluruh makhluk dengan keutamaan, kemurahan, dan pemberian-Nya.

Dia melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada seluruh makhluk. Dia memerintahkan kita untuk berdoa dan memohon kepada-Nya, serta menjanjikan pengabulan doa dan limpahan pemberian yang banyak.

Allah Ta’ala berfirman:

ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya. Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS asy-Syura: 19)

Semoga Allah memberkahi kita dengan al-Qur’an yang agung.

Baca juga: MENUNJUKKAN KEPADA KEBAIKAN SERTA MENGAJAK KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN

Baca juga: KEADAAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI MUSIBAH

Baca juga: MACAM-MACAM SABAR

(Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Khotbah