KARAMAH DAN KEADAAN SETAN: BAGAIMANA MEMBEDAKANNYA?

KARAMAH DAN KEADAAN SETAN: BAGAIMANA MEMBEDAKANNYA?

Segala puji bagi Allah Yang Mahaagung lagi Maha Pemberi karunia. Dia menjadikan pembeda antara kebenaran dan kebatilan, serta menurunkan kepada hamba-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Qur’an yang manusia maupun jin tidak mampu mendatangkan yang semisal dengannya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada sebaik-baik manusia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta kepada keluarga beliau.

Keadaan-keadaan setan adalah perkara-perkara luar biasa yang terjadi melalui tangan para pendusta dari kalangan tukang sihir dan dukun, yang membuat pendengaran tercengang, menyilaukan pandangan, menguras apa yang ada di dalam kantong manusia, dan menimbulkan rasa takut di dalam hati mereka. Lalu, bagaimana cara membedakan antara karamah Rabbani yang Allah tampakkan melalui tangan para pengikut rasul dan keadaan-keadaan setan yang terjadi melalui tangan para tukang sihir dan dukun, sementara semuanya merupakan perkara yang menyelisihi kebiasaan?

Jawabannya: Hal itu dapat diketahui dari keadaan orang yang melalui tangannya terjadi perkara-perkara luar biasa tersebut. Jika ia termasuk orang yang taat, istiqamah, baik agamanya, serta mengikuti syariat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam secara lahir dan batin, maka apa yang terjadi melalui tangannya adalah karamah Rabbani. Adapun jika ia melalaikan agamanya, menyia-nyiakan shalat, dan tampak padanya sebagian tanda kefasikan, maka apa yang terjadi melalui tangannya adalah keadaan-keadaan setan, bukan keadaan Rabbani.

Dikatakan, “Seandainya kalian melihat seseorang terbang di udara dan berjalan di atas air, maka janganlah kalian tertipu olehnya hingga kalian melihat bagaimana sikapnya terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan.”

Kemudian, sesungguhnya keadaan-keadaan setan tidak mampu bertahan menghadapi ayat-ayat al-Qur’an, khususnya Ayat Kursi. Betapa banyak amalan yang telah dibatalkannya dan betapa banyak sihir yang telah dihilangkannya. Apabila Ayat Kursi dibacakan dengan benar dan ikhlas kepada seorang dukun atau tukang sihir, maka urusannya menjadi kacau, setan-setannya meninggalkannya, dan ia tidak mampu mewujudkan apa yang diinginkannya.

Di antara mereka adalah al-Aswad al-’Ansi yang mengaku sebagai nabi. Ia memiliki setan-setan yang memberitahukan kepadanya sebagian perkara ghaib. Ketika kaum muslimin memeranginya, mereka khawatir setan-setan itu akan memberitahukan kepadanya tentang apa yang mereka bicarakan mengenai dirinya, hingga istrinya membantu mereka untuk melawannya setelah jelas baginya kekafiran al-Aswad. Kemudian mereka pun membunuhnya.

Demikian pula Musailamah al-Kadzdzab. Ia memiliki setan-setan yang memberitahukan kepadanya perkara-perkara ghaib dan membantunya dalam sebagian urusan.

Orang-orang seperti mereka sangat banyak. Di antaranya adalah al-Harits ad-Dimasyqi yang muncul di Syam pada masa ‘Abdul Malik bin Marwan dan mengaku sebagai nabi. Setan-setan melepaskan kedua kakinya dari belenggu, menghalangi senjata agar tidak menembus tubuhnya, dan batu marmer bertasbih apabila ia mengusapnya dengan tangannya.

Orang-orang juga melihat para laki-laki dan para penunggang kuda di udara. Ia berkata, “Mereka adalah para malaikat,” padahal mereka hanyalah jin.

Ketika kaum muslimin menangkapnya untuk membunuhnya, seseorang menikamnya dengan tombak, tetapi tombak itu tidak menembus tubuhnya. Maka ‘Abdul Malik berkata kepada orang tersebut, “Sesungguhnya engkau tidak menyebut nama Allah.” Kemudian orang itu menyebut nama Allah, lalu menikamnya dan membunuhnya.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebajikan dan ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, hidupkanlah kami sebagai orang-orang muslim dan wafatkanlah kami sebagai orang-orang muslim, dalam keadaan tidak terhina dan tidak terkena fitnah. Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat.

Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat beliau. Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.

Baca juga: KARAMAH PARA WALI

Baca juga: AMAL SALEH DAN SYARAT DITERIMANYA AMAL

Baca juga: KISAH KARAMAH SUAMI ISTRI YANG KELAPARAN

Baca juga: AHLI SUNAH WALJAMAAH MEMBENARKAN KARAMAH PARA WALI

Baca juga: SEBAGIAN KARAMAH PARA SAHABAT, PENGIKUT RASUL, RADHIYALLAHU ‘ANHUM

(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

Akidah