PENYEBAB JATUH KE DALAM KEMAKSIATAN

PENYEBAB JATUH KE DALAM KEMAKSIATAN

Seseorang jatuh ke dalam kemaksiatan disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah:

1. Lemah iman

Termasuk di dalamnya adalah lemah keyakinan kepada Allah Ta’ala, lemah rasa takut kepada-Nya, lemah tingkat muraqabahnya dan lain-lain.

2. Syahwat dan syubhat

Fitnah syahwat dan fitnah syubhat merupakan fitnah-fitnah yang muncul dari mengikuti hawa nafsu dan mengedepankan rasio ketimbang syariat.

Fitnah syahwat adalah fitnah yang disukai manusia, seperti fitnah perempuan, harta dan anak. Fitnah syubhat adalah fitnah dengan mengikuti hawa nafsu dan minim ilmu agama.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Fitnah syubhat terkadang muncul dari pemahaman yang rusak, terkadang dari nukilan yang dusta, terkadang dari kebenaran yang tsabit yang samar atas seseorang sehingga dia tidak dapat mencapainya, dan terkadang berasal dari tujuan yang rusak dan mengikuti hawa nafsu. Intinya, fitnah syubhat bersumber dari kebutaan dalam ilmu dan kerusakan dalam niat.”

3. Setan

Setanlah yang menjadikan manusia benci terhadap semua ketaatan dan ibadah, serta menjadikan mereka cinta kepada semua kemaksiatan, sebagaimana dalam hadis berikut,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ. فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمُ اللُّقْمَةُ، فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى، ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا. وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ. فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ

Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang di antara kalian di segala sesuatu dari perkaranya hingga mendatanginya ketika makan. Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh, buanglah kotoran yang ada padanya, lalu makanlah. Jangan biarkan ia dimakan setan. Apabila telah selesai, jilatlah jari jemarinya, karena dia tidak mengetahui pada bagian mana dari makanan itu yang terdapat berkah.” (HR Muslim)

Baca juga: PENYEBAB DOSA MENJADI BESAR

Baca juga: MURAQABAH

Baca juga: TAKUT KEPADA ALLAH DI SAAT SEMBUNYI DAN TERANG-TERANGAN

(Ibrahim ‘Abdullah bin Saif al-Mazru’i)

Serba-Serbi