Hendaklah mengikhlaskan doa untuk orang yang meninggal, berdasarkan riwayat yang sahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءَ
“Apabila kalian menyhalatkan orang yang meninggal, maka ikhlaskanlah doa untuknya.” (Hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3199, Ibnu Majah no. 1497, dan Ibnu Hibban no. 3076–3077)
Seseorang diperbolehkan mendoakannya dengan doa apa pun yang berisi permohonan rahmat dan ampunan untuknya serta agar Allah memaafkan keburukan-keburukannya. Namun, yang lebih utama adalah membaca doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendoakan orang yang meninggal. Berikut ini sebagian dari doa-doa tersebut:
Dari Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyhalatkan suatu jenazah, lalu aku menghafal doa beliau:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
“Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia, berilah dia keselamatan dan maafkanlah dia, muliakanlah tempat persinggahannya, luaskanlah tempat masuknya, basuhlah dia dengan air, salju, dan embun es, bersihkanlah dia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, gantilah untuknya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan pasangan yang lebih baik daripada pasangannya, masukkanlah dia ke dalam Surga, dan lindungilah dia dari azab kubur dan dari azab Neraka.” Hingga aku berharap seandainya akulah orang yang meninggal itu. (Diriwayatkan oleh Muslim no. 963, an-Nasa’i 4/51, dan Ibnu Majah no. 1498)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menyhalatkan suatu jenazah, beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ
“Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup di antara kami dan orang yang telah meninggal di antara kami, orang yang hadir di antara kami dan orang yang tidak hadir, yang kecil di antara kami dan yang besar, yang laki-laki di antara kami dan yang perempuan. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah ia di atas Islam, dan siapa yang Engkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah ia di atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahalanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggalnya.” (Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3201, at-Tirmidzi no. 1024, an-Nasa’i 4/74, dan Ibnu Majah no. 1498)
Dari Watsilah bin al-Asqa’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyhalatkan seorang laki-laki dari kalangan kaum muslimin, lalu aku mendengar beliau mengucapkan,
اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ، وَعَذَابَ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ، فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Ya Allah, sesungguhnya Fulan bin Fulan berada dalam jaminan-Mu dan perlindungan-Mu. Maka lindungilah dia dari fitnah kubur dan azab Neraka. Engkaulah Pemilik kesetiaan dan kebenaran. Maka ampunilah dia dan rahmatilah dia. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3202 dan Ibnu Majah no. 1499)
Dari Yazid bin Rukanah bin al-Muththalib, ia berkata: Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk menyhalatkan jenazah, beliau mengucapkan,
اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ
“Ya Allah, hamba-Mu dan anak dari hamba perempuan-Mu membutuhkan rahmat-Mu, sedangkan Engkau tidak membutuhkan untuk mengazabnya. Jika ia seorang yang berbuat baik, maka tambahkanlah kebaikan-kebaikannya, dan jika ia seorang yang berbuat buruk, maka maafkanlah dia.” (Sahih. Diriwayatkan oleh al-Hakim 1/359. Dinyatakan sahih olehnya dan disepakati oleh adz-Dzahabi)
Baca juga: WAKTU-WAKTU DOA DIKABULKAN
Baca juga: TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH
Baca juga: MIMPI MELIHAT ORANG YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA
Baca juga: LARANGAN MENJELEK-JELEKKAN ORANG YANG SUDAH MENINGGAL
Baca juga: DOA ISTIFTAH: BACAAN, MAKNA, DAN KEUTAMAANNYA DALAM SHALAT
(Syekh Abu Abdurrahman Adil bin Yusuf al-Azazy)

