TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH

TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH

Syaikh al-Albani rahimahullah telah mengumpulkan dalam kitabnya Ahkam al-Jana’iz beberapa tanda yang menunjukkan husnul khatimah. Berikut ini aku ringkaskan untukmu:

(1) Mengucapkan dua kalimat syahadat ketika menjelang wafat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barang siapa yang ucapan terakhirnya adalah ‘La ilaha illallah’, maka ia akan masuk Surga.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3116, Ahmad no. 5/233, dan al-Hakim no. 1/350–351. Disahihkan olehnya dan disepakati oleh adz-Dzahabi)

(2) Meninggal dunia dengan berkeringat di dahi, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

Kematian seorang mukmin disertai keringat di dahinya.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad no. 5/357, at-Tirmidzi no. 982 dan ia menilainya hasan, Ibnu Majah no. 1452, serta an-Nasa’i no. 4/5)

(3) Meninggal dunia pada malam Jumat atau siang hari Jumat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (Diriwayatkan oleh Ahmad no. 2/196 dan at-Tirmidzi no. 1074. al-Albani berkata, “Hasan sahih.”)

(4) Gugur syahid di jalan Allah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ، وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ

Orang yang syahid di sisi Allah memiliki enam keutamaan: diampuni sejak tetesan pertama darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di Surga, dilindungi dari azab kubur, diamankan dari kedahsyatan yang besar, dikenakan perhiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan diberi izin memberi syafaat bagi tujuh puluh orang dari kerabatnya.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 1663 dan ia mensahihkannya, serta Ibnu Majah no. 2799)

(5) Meninggal dunia ketika sedang berjuang di jalan Allah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ فَصَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمَاتَ أَوْ قُتِلَ فَهُوَ شَهِيدٌ، أَوْ وَقَصَتْهُ فَرَسُهُ أَوْ بَعِيرُهُ، أَوْ لَدَغَتْهُ هَامَّةٌ، أَوْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ بِأَيِّ حَتْفٍ شَاءَ اللَّهُ، فَإِنَّهُ شَهِيدٌ، وَإِنَّ لَهُ الْجَنَّةَ

Barang siapa keluar berjuang di jalan Allah lalu meninggal atau terbunuh, maka ia syahid, atau kudanya atau untanya menjatuhkannya hingga meninggal, atau ia disengat binatang berbisa, atau ia meninggal di atas tempat tidurnya dengan sebab kematian apa pun yang Allah kehendaki, maka ia adalah syahid dan baginya Surga.” (Hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4499 dan al-Hakim no. 2/78)

(6) Meninggal karena wabah tha’un, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Wabah tha’un adalah syahid bagi setiap muslim.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5732 dan Muslim no. 1916.)

(7–9) Meninggal karena penyakit perut, tenggelam, atau tertimpa reruntuhan, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُونُ، وَالْمَبْطُونُ، وَالْغَرِقُ، وَصَاحِبُ الْهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Lima golongan orang yang syahid: orang yang meninggal karena tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang syahid di jalan Allah.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 653 dan Muslim no. 1914, serta at-Tirmidzi no. 1063)

Makna “al-math’unu”  adalah orang yang meninggal karena wabah tha’un.

Makna “al-mabthnu”  adalah orang yang meninggal karena penyakit perut.

Aku berkata: Orang yang meninggal karena kecelakaan mobil lebih mirip dengan orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan. Maka kami berharap kepada Allah agar ia termasuk orang yang syahid.

(10) Kematian seorang perempuan dalam masa nifasnya, berdasarkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ شَهَادَةٌ

Perempuan yang meninggal karena kehamilan atau persalinan anaknya adalah syahid.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad no. 4/201 dan ath-Thabarani dalam al-Kabir no. 11/263)

(11–12) Meninggal karena terbakar dan karena penyakit radang selaput dada (dzatul janb), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدَةٌ

Selain orang yang terbunuh di jalan Allah, terdapat tujuh golongan yang mendapatkan pahala syahid: orang yang meninggal karena tha’un adalah syahid, orang yang tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit radang selaput dada adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena terbakar adalah syahid, orang yang meninggal tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan perempuan yang meninggal karena kehamilan atau persalinan adalah syahidah.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3111, an-Nasa’i no. 4/13, dan Ibnu Majah no. 2803)

(13) Meninggal karena penyakit tuberkulosis (as-sill), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

السِّلُّ شَهَادَةٌ

Penyakit tuberkulosis adalah syahid.” (Diriwayatkan oleh ath-Thabarani dalam al-Kabir no. 6/247)

(14–16) Meninggal ketika mempertahankan harta, jiwa, dan agamanya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

Barang siapa terbunuh ketika mempertahankan hartanya, maka ia syahid. Barang siapa terbunuh ketika mempertahankan keluarganya, maka ia syahid. Barang siapa terbunuh ketika mempertahankan agamanya, maka ia syahid. Barang siapa terbunuh ketika mempertahankan darah (jiwa)nya, maka ia syahid.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4727, at-Tirmidzi no. 1421, dan an-Nasa’i no. 7/115)

(17) Meninggal ketika berjaga di perbatasan (ribath) di jalan Allah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

Berjaga di perbatasan selama sehari semalam adalah lebih baik daripada puasa dan qiyam selama sebulan. Jika ia meninggal, maka amal yang biasa ia kerjakan akan terus mengalir baginya, rezekinya akan terus diberikan kepadanya, dan ia akan diamankan dari fitnah (ujian) kubur.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 1913)

(18) Meninggal dunia ketika sedang mengerjakan amal saleh, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barang siapa mengucapkan ‘La ilaha illallah’ karena mengharapkan wajah Allah, lalu hidupnya ditutup dengan ucapan itu, maka ia masuk Surga. Barang siapa berpuasa satu hari karena mengharapkan wajah Allah, lalu hidupnya ditutup dengan amalan itu, maka ia masuk Surga. Barang siapa bersedekah dengan suatu sedekah karena mengharapkan wajah Allah, lalu hidupnya ditutup dengan amalan itu, maka ia masuk Surga.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad no. 5/391)

Baca juga: MATI SYAHID

Baca juga: ZAKAT FITRAH

Baca juga: AMAL HARTA ORANG HIDUP YANG BERMANFAAT BAGI ORANG MATI

Baca juga: LARANGAN MENJELEK-JELEKKAN ORANG YANG SUDAH MENINGGAL

Baca juga: KEWAJIBAN PUASA RAMADHAN DAN WAKTUNYA

(Syekh Abu Abdurrahman Adil bin Yusuf al-Azazy)

Fikih Kelembutan Hati