Segala puji bagi Allah yang memerintahkan untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan. Dia mendorong seluruh perbuatan baik dan menjadikan penerimaan serta pengabulannya sebagai balasan bagi perbuatan-perbuatan tersebut. Mahasuci Allah, Dia Mahamulia, Mahapemurah, dan Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya. Dia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan doa, dan mengabarkan bahwa perbendaharaan-Nya tidak akan pernah habis.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengan-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, pemimpin para rasul dan manusia pilihan.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, keluarganya, para sahabatnya yang berilmu dan beramal, serta kepada para tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Perjumpaan.
Amma ba’du.
Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala, dan manfaatkanlah hembusan karunia Rabb Yang Mahamemberi pada setiap waktu dengan doa dan penuh harapan. Ketahuilah bahwa doa mendatangkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai musibah. Tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah melainkan Dia akan memberikan kepadanya apa yang dimintanya dengan segera, atau menyimpan baginya pahala yang lebih baik darinya untuk diberikan kemudian, atau memalingkan darinya keburukan yang setara atau lebih besar darinya, sebagai bentuk karunia, kebaikan, dan keutamaan dari-Nya.
Dalam hadis sahih disebutkan secara marfu’:
يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ
“Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu dosa atau memutuskan silaturahim, dan selama ia tidak tergesa-gesa.”
Ditanyakan, “Apa yang dimaksud tergesa-gesa, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab,
يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَبْ لِي، فَيَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
“Ia berkata, ‘Aku telah berdoa dan telah berdoa, tetapi aku belum melihat doaku dikabulkan.’ Lalu ia menjadi putus asa dan meninggalkan doa.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2735)
Dalam hadis lain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فُتِحَ لَهُ بَابُ الدُّعَاءِ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ
“Barang siapa dibukakan baginya pintu doa, maka dibukakan baginya pintu-pintu rahmat.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim dari hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Dalam sanadnya terdapat kelemahan)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ مِنَ الدُّعَاءِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3371, Ibnu Majah no. 3829 dan ia menilainya hasan. Juga disahihkan oleh Ibnu Hibban no. 2397 dan al-Hakim no. 1/490)
Tentang doa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
“Doa adalah ibadah.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 1479, at-Tirmidzi no. 2973, dan Ibnu Majah no. 3847. Disahihkan oleh al-Hakim dan Ibnu Hibban no. 2396)
Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Rabb-mu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan memperkenankan bagimu.’” (QS Ghafir: 60)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ
“Sesungguhnya doa bermanfaat terhadap apa yang telah turun dan apa yang belum turun.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 3542. Dalam sanadnya terdapat kelemahan, namun disahihkan oleh al-Hakim no. 1/493)
Hendaklah kalian berdoa kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah. Hendaklah salah seorang di antara kalian meminta kepada Rabb-nya seluruh kebutuhannya.
Bagaimana mungkin doa tidak menjadi inti ibadah dan sarinya, padahal doa merupakan salah satu bentuk pendekatan diri yang paling agung kepada Rabb semesta alam. Dengan doa, seorang hamba meraih berbagai kemaslahatan dunia dan agama. Dengan doa pula ia memperbanyak permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah, memutus harapan dari makhluk, menyempurnakan harapan dan ambisinya terhadap rahmat Dzat Yang Mahapenyayang.
Selain itu, doa lahir dari hakikat penghambaan, rasa butuh yang sangat besar, dan mewajibkan seorang hamba untuk merendahkan diri serta khusyuk kepada Rabb-nya dengan penuh ketundukan dan kehinaan diri. Betapa banyak kebutuhan agama maupun dunia yang Allah mudahkan melalui banyaknya permohonan, penghambaan diri, dan kepasrahan kepada-Nya. Betapa banyak pula berbagai keburukan dan macam-macam bahaya yang Allah angkat dengan doa, serta berbagai kebaikan, keberkahan, dan kemudahan yang Allah datangkan karenanya.
Betapa sering seorang hamba mendapatkan hembusan karunia dari Allah Yang Mahamulia pada waktu-waktu malam dan siang. Lalu ia memperoleh bagian dari hembusan karunia itu pada saat terkabulnya doa, sehingga ia berbahagia dan beruntung dengan berbagai kebaikan. Betapa banyak orang yang memohon dengan penuh kerendahan diri, kemudian Allah menerima tobatnya dan mengampuni kesalahan serta dosa-dosanya. Betapa banyak orang yang berdoa dalam keadaan terdesak, lalu Allah menghilangkan keburukan darinya dan mengangkat kesulitannya. Betapa banyak orang yang datang kepada-Nya meminta pertolongan, lalu Allah melimpahkan kepadanya kebaikan yang berlimpah.
Barang siapa diberi taufik untuk banyak berdoa, maka hendaklah ia bergembira dengan dekatnya pengabulan doa. Barang siapa menyerahkan seluruh kebutuhannya kepada Rabb-nya, maka hendaklah ia merasa tenang dengan perolehan bagian dari karunia dan kebaikan-Nya. Sungguh engkau layak, wahai hamba Allah, untuk terus-menerus berdoa pada malam dan siang hari, serta berlindung kepada-Nya secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Ketahuilah bahwa Dia tidak pernah lalai darimu walaupun sekejap mata dalam urusan agama maupun duniamu. Dia adalah Rabb-mu, Pelindung-mu, Penolong-mu, dan Pemelihara-mu.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS Al-Baqarah: 186)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ
Baca juga: NAFSU DAN SIFAT-SIFATNYA
Baca juga: WAKTU-WAKTU DOA DIKABULKAN
Baca juga: MENGINGATKAN MANUSIA TENTANG NIKMAT AGAMA
Baca juga: DOA ISTIFTAH: BACAAN, MAKNA, DAN KEUTAMAANNYA DALAM SHALAT
Baca juga: DOA SETELAH ADZAN DAN KEUTAMAANNYA ANTARA ADZAN DAN IQAMAH
(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

