KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT

KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ، مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي، قَالَ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ؟

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman pada Hari Kiamat: ‘Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku.’ Ia berkata, ‘Wahai Rabbku, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Rabb seluruh alam?’ Allah berfirman: ‘Tidakkah engkau mengetahui bahwa hamba-Ku si Fulan sakit lalu engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau mengetahui bahwa seandainya engkau menjenguknya, niscaya engkau akan mendapati-Ku di sisinya?’” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2569)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَمْسٌ مَنْ فَعَلَ وَاحِدَةً مِنْهُنَّ كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ عَادَ مَرِيضًا، أَوْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ، أَوْ خَرَجَ غَازِيًا، أَوْ دَخَلَ عَلَى إِمَامٍ يُرِيدُ تَعْزِيرَهُ وَتَوْقِيرَهُ، أَوْ قَعَدَ فِي بَيْتِهِ فَيَسْلَمُ النَّاسُ مِنْهُ وَيَسْلَمُ مِنَ النَّاسِ

Lima perkara, siapa yang melakukan salah satunya maka ia berada dalam jaminan Allah ‘Azza wa Jalla: orang yang menjenguk orang sakit, atau keluar bersama jenazah, atau keluar untuk berjihad, atau mendatangi seorang pemimpin dengan tujuan menghormati dan memuliakannya, atau tetap berada di rumahnya sehingga manusia selamat dari gangguannya dan ia pun selamat dari gangguan manusia.” (Disahihkan oleh al-Albani. Diriwayatkan oleh Ahmad no. 5/244, dan ia mensahihkannya dalam Zhilal al-Jannah no. 1021)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِمًا؟

Siapakah di antara kalian yang pagi ini sedang berpuasa?

Abu Bakar berkata, “Saya.”

Beliau bersabda,

مَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِينًا؟

Siapakah di antara kalian yang hari ini memberi makan seorang miskin?

Abu Bakar berkata, “Saya.”

Beliau bersabda,

مَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً؟

Siapakah di antara kalian yang hari ini mengiringi jenazah?

Abu Bakar berkata, “Saya.”

Beliau bersabda,

مَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا؟

Siapakah di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?

Abu Bakar berkata, “Saya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا اجْتَمَعَتْ هَذِهِ الْخِصَالُ قَطُّ فِي رَجُلٍ فِي يَوْمٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Tidaklah sifat-sifat ini berkumpul pada seseorang dalam satu hari melainkan ia akan masuk Surga.” (Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3/118 dan an-Nasa’i dalam al-Kubra no. 8107)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَاهُ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ، وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

Barang siapa menjenguk orang sakit, maka penyeru dari langit menyerunya: ‘Engkau telah berbuat baik, langkahmu baik, dan engkau telah menempati sebuah tempat tinggal di Surga.’” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2008 dan ia menilainya hasan, Ibnu Majah no. 1443, serta Ibnu Hibban no. 2961. Dihasankan oleh al-Albani karena adanya syawahid)

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya yang muslim, maka ia senantiasa berada dalam khurfah Surga hingga ia kembali.”

Beliau ditanya, “Apakah khurfah Surga itu?”

Beliau menjawab,

جَنَاهَا

Buah-buahannya yang dipetik.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2568 dan at-Tirmidzi no. 1967)

Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

Tidaklah seorang muslim menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan tujuh puluh ribu malaikat bershalawat untuknya hingga sore hari. Jika ia menjenguknya pada waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat bershalawat untuknya hingga pagi hari. Baginya kharif di Surga.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 3098, at-Tirmidzi no. 969, dan Ibnu Majah no. 1442)

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا

Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia senantiasa berada dalam rahmat hingga ia duduk. Apabila ia telah duduk, maka ia tenggelam di dalam rahmat tersebut.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad no. 3/403, Ibnu Hibban no. 2956, dan al-Bazzar no. 775)

Baca juga: HUKUM MENJENGUK ORANG SAKIT

Baca juga: TATA CARA SHALAT ORANG YANG SAKIT

Baca juga: PAHALA AMAL SALEH SAAT SAKIT DAN SAFAR

Baca juga: RUKIAH YANG DIPERBOLEHKAN DAN RUKIAH YANG DILARANG

Baca juga: PENYESALAN DI HARI KIAMAT

(Syekh Abu Abdurrahman Adil bin Yusuf al-Azazy)

Fikih Kelembutan Hati