Di antara orang yang turut berperang pada perang Uhud namun bukan dengan niat jihad, melainkan untuk menjaga kehormatan —sehingga ia menjadi penghuni Neraka— adalah Quzman. Ia mampu membunuh tujuh atau delapan orang musyrik seorang diri. Ketika hal itu diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sungguh dia adalah penghuni Neraka.”
Pada perang Uhud itu, ia membunuh dirinya sendiri karena tidak kuat menanggung luka. Peristiwa ini merupakan salah satu petunjuk kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus dalil bahwa niat merupakan landasan paling utama dalam jihad.
Sebagian kaum perempuan turut menemani pasukan kaum muslimin untuk memberi minum kepada para prajurit yang kehausan. Di antara mereka adalah Ummu ‘Imarah, Hamnah binti Jahsy al-Asadiyah, Ummu Sulaith, Ummu Sulaim, dan ‘Aisyah Ummul Mukminin.
Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi berperang dengan membawa Ummu Sulaim dan para perempuan Anshar, yang bertugas memberi minum serta mengobati para prajurit yang terluka.
Baca sebelumnya: HASAN BIN TSABIT: PAHLAWAN DENGAN PENA, BUKAN PEDANG
Baca setelahnya: TURUNNYA JIBRIL DAN MIKAIL DI PERANG UHUD
(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

