PELARIAN DI UHUD DAN TURUNNYA AMPUNAN ALLAH

PELARIAN DI UHUD DAN TURUNNYA AMPUNAN ALLAH

Sementara itu, kelompok yang melarikan diri tidak lagi memedulikan apa pun, meskipun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyeru mereka untuk bertahan bersama beliau. Mengenai hal ini, turun firman Allah Ta’ala:

(Ingatlah) ketika kalian lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan) kalian yang lain memanggil kalian (kepada yang lain).” (QS Ali ‘Imran: 153)

Allah juga telah memaafkan mereka yang melarikan diri, sebagaimana firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kalian ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat. Tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah Mahapengampun, Mahapenyantun.” (QS Ali ‘Imran: 155)

al-Jauzi menyebutkan bahwa salah satu penyebab mereka kabur adalah karena mendengar isu tentang terbunuhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Orang pertama yang mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup setelah keadaan yang kacau balau itu adalah Ka‘ab bin Malik. Ia pun menyeru menyampaikan kabar gembira tersebut. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memintanya diam agar kaum musyrikin tidak menyadarinya.

Baca sebelumnya: ANAS BIN AN-NADHR: SOSOK YANG MENEPATI JANJI JIHADNYA

Baca setelahnya: PARA PAHLAWAN PELINDUNG RASULULLAH DI MEDAN UHUD

(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

Kisah Sirah Nabawiyah