‘Asma’ binti Marwan termasuk di antara orang yang kerap menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menghina Islam, dan menghasut masyarakat agar memusuhi beliau. Ia bahkan menulis syair-syair untuk menentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika syair itu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Adakah seseorang yang dapat membalaskan putri Marwan untukku?”
Ucapan itu terdengar oleh Umair bin Adi al-Khatmi, salah seorang dari kaum suaminya. Pada malam hari, Umair mendatangi rumah Asma’. Saat itu ia sedang dikelilingi oleh beberapa anaknya, dan salah satu di antaranya tengah ia susui. Karena Umair buta, ia meraba dengan tangannya untuk memastikan, lalu memisahkan anak tersebut darinya dan membunuh Asma’.
Keesokan harinya Umair menghadiri shalat Subuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seusai shalat, beliau bertanya, “Apakah engkau telah membunuh putri Marwan?” Umair menjawab, “Benar.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya, wahai Umair.”
Umair bertanya, “Apakah aku berdosa karena itu?” Beliau menjawab, “Tidak mungkin dua ekor kambing saling adu tanduk karenanya.” Itulah pertama kalinya aku mendengar ungkapan tersebut dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah peristiwa itu, beliau menamakan Umair dengan julukan al-Bashir (yang dapat melihat). Kejadian ini berlangsung pada tanggal 25 Ramadhan, sembilan belas bulan setelah hijrah, tak lama setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari Perang Badar.
Pada saat itu beberapa orang dari Bani Khathmah memeluk Islam setelah mereka menyaksikan kekuatan Islam. Bahkan orang-orang yang sebelumnya menyembunyikan keislamannya akhirnya menampakkan keimanan mereka secara terbuka.
Baca sebelumnya: TAWANAN PERANG BADAR DAN KETENTUAN TEBUSAN
Baca setelahnya: EKSPEDISI KE AL-KUDR, KEISLAMAN UMAIR BIN WAHAB, DAN KEMATIAN ABU AFAK
(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

