BERSEGERALAH BERAMAL DAN JANGAN DITUNDA

BERSEGERALAH BERAMAL DAN JANGAN DITUNDA

Seseorang sedang menunggu kepulangan dua saudaranya yang sedang pergi. Salah seorang dari kedua saudaranya itu akan datang esok hari, sedangkan yang lainnya akan datang tahun depan. Sudah pasti Ia akan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan saudara yang datang esok hari. Ia tidak akan bersiap-siap untuk menyambut saudaranya yang akan datang tahun depan. Ini menunjukkan bahwa persiapan merupakan upaya dari masa penantian yang sudah dekat.

Umar bin Khaththab radhiyallah ‘anhu berkata, “Perlahan-lahan dalam segala sesuatu merupakan hal yang baik, kecuali dalam amal-amal yang berkaitan dengan akhirat.”

al-Hasan radhiyallahu ‘anhu berkata dalam khotbahnya, “Bersegeralah beramal, bersegeralah beramal karena hidup kalian tinggal menyisakan beberapa hembusan nafas. Jika kalian menahannya, maka terputuslah dari kalian amal-amal yang kalian gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Semoga Allah Ta’ala mengasihi orang yang memikirkan dirinya dan meratapi dosa-dosanya.”

Lalu ia membaca ayat:

 اِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا

Karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.” (QS Maryam: 84)

Maksud dari ‘beberapa hembusan nafas’ adalah bilangan terakhir nafas sebelum nyawamu keluar, berpisah dengan keluargamu dan dimasukkan ke dalam kubur.

Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan kita dan akhirat telah datang menjemput kita. Masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak (pengikut). Maka, jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini adalah hari untuk beramal dan tidak ada perhitungan amal (hisab), sedangkan besok adalah hari perhitungan amal dan tidak ada amal.”

Baca juga: BERSEGARALAH MELAKUKAN AMAL SALEH

Baca juga: LARANGAN MENJELEK-JELEKKAN ORANG YANG SUDAH MENINGGAL

Baca juga: AMAL YANG DILAKUKAN SECARA KONTINYU DICINTAI RASULULLAH

(Syekh Dr Ahmad Farid)

Kelembutan Hati