BERSEGERA MENUJU AMPUNAN DAN SURGA

BERSEGERA MENUJU AMPUNAN DAN SURGA

Allah Ta’ala berfirman:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ

Dan bersegeralah menuju ampunan dari Rabb kalian dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang berinfak di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran: 133-134)

Bersegera Menuju Ampunan

Firman-Nya: “Bersegeralah menuju ampunan dan Surga.”

Adapun bersegera menuju ampunan, maka maksudnya adalah seseorang bersegera menuju hal-hal yang di dalamnya terdapat ampunan dosa, seperti memohon ampun, misalnya dengan mengucapkan “Astaghfirullah (Aku memohon ampun kepada Allah),” atau “Allahummaghfir li (Ya Allah, ampunilah aku),” atau “Allahumma inni astaghfiruka (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu),” dan ucapan-ucapan semacam itu.

Demikian juga, bersegera menuju sebab-sebab mendapatkan ampunan, seperti berwudhu, shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya.

Sesungguhnya, apabila seseorang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan,

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahummaj’alni minat-tawwabin, waj’alni minal-mutathahhirin (Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci),” maka akan dibukakan baginya delapan pintu Surga, dan ia dapat masuk dari pintu mana pun yang ia kehendaki.

Demikian juga, apabila seseorang berwudhu, maka dosa-dosanya akan keluar dari anggota tubuh yang terkena wudhu bersama tetesan air terakhir. Maka hal-hal ini termasuk sebab-sebab mendapatkan ampunan.

Di antara sebab-sebab mendapatkan ampunan adalah shalat lima waktu, yang menjadi penghapus dosa di antara waktu-waktunya, selama dosa-dosa besar dijauhi. Demikian pula dari Jumat ke Jumat berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi. Dari Ramadhan ke Ramadhan menjadi penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi. Oleh karena itu, hendaklah manusia bersegera menuju sebab-sebab ampunan.

Bersegera Menuju Surga

Perkara kedua adalah firman Allah Ta’ala: “Dan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” Hal ini terwujud dengan melaksanakan perintah-perintah. Artinya, kamu bersegera menuju Surga dengan beramal untuknya, dan tidak ada amal yang dapat mengantarkan ke Surga kecuali amal saleh. Inilah yang menjadi sebab masuk ke dalam Surga. Oleh karena itu, bersegeralah kepadanya.

Kemudian Allah menjelaskan tentang Surga dengan menyatakan bahwa luasnya seluas langit dan bumi. Hal ini menunjukkan betapa luas dan agungnya Surga. Tidak ada yang dapat memperkirakan ukurannya kecuali Allah ‘Azza wa Jalla. Oleh karena itu, bersegeralah menuju Surga dengan melakukan amal saleh yang dapat mengantarkanmu kepadanya.

Kemudian Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa.” Artinya Surga dipersiapkan untuk mereka, dan yang menyiapkannya adalah Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرٍ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: BERSEGERA KEPADA AMPUNAN

Baca juga: DI ANTARA KESYIRIKAN DAN BAHAYA SYIRIK KEPADA ALLAH

Baca juga: BERSEGERA MELAKUKAN KEBAIKAN

(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

Kelembutan Hati Riyadhush Shalihin