BERDIRI DI SEBELAH KANAN ATAU KIRI PINTU KETIKA MEMINTA IZIN

BERDIRI DI SEBELAH KANAN ATAU KIRI PINTU KETIKA MEMINTA IZIN

Allah Ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin.” (QS an-Nur: 27)

Orang yang meminta izin untuk masuk ke dalam rumah orang lain hendaklah berdiri di sebelah kanan atau kiri pintu. Tujuannya adalah agar ia tidak mengarahkan pandangan ke tempat-tempat yang tidak dihalalkan baginya di rumah orang yang akan dikunjunginya, atau agar ia tidak mengarahkan pandangan ke sesuatu yang dibenci oleh pemilik rumah.

Sesungguhnya disyariatkannya meminta izin adalah untuk memelihara pandangan.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kediaman suatu kaum, beliau tidak menghadap ke arah pintu rumah dengan wajahnya, akan tetapi memalingkan wajahnya ke kanan atau ke kiri, dan mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaikum. Assalamu ‘alaikum.” Hal itu karena rumah-rumah ketika itu belum memiliki penghalang. (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud)

Diriwayatkan dari Huzail radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Seseorang datang dan berdiri di tengah pintu rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta izin. Beliau bersabda kepadanya,

هَكَذَا عَنْكَ أَوْ هَكَذَا، فَإِنَّمَا الِاسْتِئْذَانُ مِنْ النَّظَرِ

(Hendaklah yang engkau lakukan adalah) begini dan begini, karena disyariatkannya meminta izin adalah untuk menjaga pandangan.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Baca juga: HARAM MEMANDANG KE DALAM RUMAH ORANG LAIN TANPA IZIN

Baca juga: MEMINTA IZIN HANYA TIGA KALI

(Fuad bin Abdil Aziz asy-Syalhub)

Adab