Segala puji bagi Allah, pemilik berbagai nikmat yang banyak dan karunia-karunia yang melimpah, Yang Mahakaya lagi Mahamulia, Yang Mahaluas pemberian-Nya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, pemilik nama-nama yang paling indah dan sifat-sifat yang sempurna lagi tinggi. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, pilihan-Nya dan kekasih-Nya yang terpilih.
Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada beliau, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau yang mulia dan terpilih, serta kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka yang lurus hingga hari kembali dan tempat kembali. Semoga Allah melimpahkan salam yang banyak.
Amma ba’du.
Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benar takwa dan berpegangteguhlah dengan agama-Nya yang Dia syariatkan untuk kalian, karena itulah pegangan yang kokoh. Ketahuilah nikmat Allah atas kalian berupa agama ini yang dengannya kalian hidup, setelah kematian kalian, dan ketika berdiri di hadapan Rabb semesta alam.
Tidakkah kalian melihat bagaimana umat-umat yang kafir dan sesat itu dahulu berada dalam kebodohan yang mendalam terhadap agama mereka, serta dalam syubhat dan kesesatan yang menjauhkan mereka dari iman dan keyakinan mereka. Mereka tidak menginginkan selain kesombongan di muka bumi, kerusakan, membangkang terhadap Allah Ta’ala, dan memakmurkan dunia. Mereka maju dalam industri dan peradaban mereka, namun merosot dalam agama, akhlak, dan kebahagiaan mereka.
Adapun kalian, segala puji bagi Allah, Dia telah memudahkan bagi kalian agama yang selamat dan jalan yang lurus. Dia menjadikan kalian termasuk umat Muhammad, umat terbaik, yang paling suci dan paling bersih. Dia menjaga agama kalian hingga sampai kepada kalian, dan segala puji bagi Allah, agama itu tetap murni dari bid’ah dan kesyirikan, serta terbebas dari jalan-jalan kesesatan dan kebinasaan, dengan sebab Allah menegakkan bagi kalian para imam agama dan para pembimbing yang lurus lagi mendapat petunjuk.
Di antara mereka adalah para pemimpin yang mulia lagi saleh, imam umat, pembela sunah, dan penentang bid’ah, yaitu Ahmad bin Hanbal dan para sahabatnya yang terbaik. Mereka membela sunah, menyebarkannya, memerangi bid’ah, dan meninggalkannya, hingga mereka menjadi teladan dalam mengikuti sunah dan al-Kitab. Dengan mereka pula dapat dibedakan antara ahli bid’ah dan berbagai kelompok serta golongan yang menyimpang.
Di antara mereka juga adalah Syaikhul Islam kaum muslimin, Ahmad bin Taimiyah. Ia membela agama, berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik, menyingkap kedok para penyimpang dan pelaku bid’ah, menampakkan sunah yang jelas serta tanda-tandanya yang paling nyata, menjelaskan dengannya kebenaran bagi orang-orang yang mengambil pelajaran, dan menempuh jalan para gurunya dari kalangan ulama yang benar-benar mendalam ilmunya.
Kemudian datanglah para imam petunjuk yang terakhir, yaitu syekh Jazirah Arab dan imam dakwah ini, Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab. Beliau terus berjuang menghadapi para penentangnya dengan jihad, menjelaskan sunah, dan memurnikan tauhid di tengah manusia. Allah memudahkan baginya orang-orang yang menolongnya dari kalangan para penguasa yang ikhlas, hingga negeri ini disifati —segala puji bagi Allah— bersih dari kesyirikan dan kesesatan yang nyata. Engkau tidak akan menemukan di dalamnya —segala puji bagi Allah— kuburan yang disembah, tempat ziarah yang dijadikan tujuan ibadah, perantara kepada makhluk, tempat kelahiran yang diagungkan, ataupun sembahan selain Allah. Segala puji bagi Allah, engkau juga tidak akan menemukan di dalamnya orang yang menakwilkan sebagian nash sifat atau menafikan apa yang Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya berupa turunnya Allah ke langit dunia dan beristiwa di atas Arsy-Nya di atas seluruh makhluk. Segala sifat Allah Ta’ala yang datang dalam nash, mereka mengimaninya, menetapkannya sebagaimana adanya, tidak menakwilkannya, tidak memalingkannya dari lafaz maupun maknanya, dan tidak pula menanyakan bagaimana hakikatnya.
Maka pujilah Allah Ta’ala atas nikmat ini, bersyukurlah kepada-Nya, dan mintalah kepada-Nya agar Dia meneguhkan kalian di atas agama-Nya dan sunah Nabi-Nya hingga kalian bertemu dengan-Nya.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, penyembuh bagi apa yang ada di dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, maka dengan itu hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.’” (QS Yunus: 57–58)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Baca juga: MENGINGAT NIKMAT ISLAM
Baca juga: AHLI SUNAH WALJAMAAH MEMBENARKAN KARAMAH PARA WALI
Baca juga: BEBERAPA KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI
Baca juga: CIRI GENERASI YANG MENYELISIHI PETUNJUK PARA NABI
Baca juga: RUKUN IMAN – BERIMAN KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH
(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

