LARANGAN MENCELA MAKANAN

LARANGAN MENCELA MAKANAN

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan walau hanya sekali. Jika beliau menyukai suatu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak menyukainya, maka beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Baghawi)

Di antara mencela makanan adalah dengan berkata, “Makanan ini terlalu asin, kurang asin, kecut, encer, kental, kurang matang,” dan sebagainya, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam an-Nawawi.

Sebab larangan adalah karena makanan merupakan ciptaan Allah Ta’ala yang tidak boleh dicela. Alasan lainnya adalah bahwa mencela makanan dapat menyakiti perasaan pembuat makanan. Ia akan sedih dan tersinggung karena makanan yang dimasaknya dicela. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup pintu ini agar jangan sampai perasaan sedih menemui pintu masuk ke dalam hati seorang muslim. Dan syariat Islam selalu datang dengan hal seperti ini.

Pertanyaan: Apakah hadis ini bertentangan dengan keengganan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memakan dhabb (biawak gurun)? (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad, an-Nasa-i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Malik, dan ad-Darimi)

Dan apakah sabda beliau tentang dhabb, “Aku merasa kasihan kepadanya,” dan dalam riwayat lain, “Aku sama sekali tidak memakan daging seperti ini,” tergolong mencela makanan?

Jawab: Tidak ada pertentangan antara kedua hadis tersebut. Sabda Nabi tentang dhabb tidak tergolong mencela makanan. Sabda beliau ini tidak lain merupakan pemberitahuan tentang sebab beliau tidak memakannya, yaitu beliau tidak menyukai makanan jenis itu dan bukan kebiasaan beliau memakannya.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Adapun hadis yang menyebutkan bahwa Nabi meninggalkan memakan dhabb tidak termasuk mencela makanan, melainkan merupakan pemberitahuan bahwa dhabb adalah makanan khusus yang tidak disukai beliau.”

Baca juga: MAKAN DENGAN TIGA JARI DAN MENJILATINYA SETELAH MAKAN

Baca juga: MEMENUHI UNDANGAN

Baca juga: PERINTAH MEMAKAN MAKANAN YANG HALAL DAN BAIK

(Fuad bin Abdil Aziz asy-Syalhub)

Adab