TIDAK ADA DUSTA DALAM CANDA

TIDAK ADA DUSTA DALAM CANDA

Kadang-kadang manusia mengalami kelesuan dalam beribadah atau bosan dengan berbagai tanggung jawab kehidupan dan kesibukan. Pada saat itu ia membutuhkan penyegaran dan permainan yang diperbolehkan dengan cara bercanda bersama keluarga atau sahabatnya. Bercanda diperbolehkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya. Akan tetapi, banyak orang bercanda sesuka hati sampai berbohong saat bercanda. Sesungguhnya berbohong adalah sesuatu yang tidak diperbolehkan, bagaimana pun keadaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِيْ رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِيْ وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا، وَبِبَيْتٍ فِيْ أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Aku menjamin sebuah istana di sekitar Surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas Surga bagi orang yang baik akhlaknya.” (HR Abu Dawud)

Oleh karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa jujur, baik dalam keadaan bercanda maupun bersungguh-sungguh.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنِّي لَأَمْزَحُ وَلَا أَقُوْلُ إِلًّا حَقًّا

Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar.” (HR ath-Thabrani dan yang lainnya. Lihat Shahiihul Jaami’)

Maka dari itu, seseorang tidak boleh berbohong saat bercanda. Seseorang mutlak tidak boleh berbohong untuk membuat orang lain tertawa, khususnya menggunakan sindiran-sindiran dan sejenisnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ

Celakalah orang yang berkata dusta agar orang lain tertawa. Celakalah ia. Celakalah ia.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi. Lihat Shahih al-Jami’)

Semua itu adalah dusta, apalagi jika ditambah dengan menyebut aib dan mencela orang lain dalam bercanda.

Baca juga: AZAB KUBUR BAGI ORANG YANG BERDUSTA

Baca juga: KEJUJURAN DAN KEBOHONGAN

Baca juga: SIAPA YANG INGIN MEMBELI HAMBA INI?

(Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada)

Adab