Dalam Piagam Madinah, kota Madinah al-Munawwarah disebut dengan nama Yatsrib. Namun, Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai nama tersebut, sehingga kemudian diganti menjadi Thaybah, lalu Thabah, dan akhirnya dikenal dengan nama al-Madinah.
Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menamakan Madinah dengan Thabah.”
Muslim juga meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ia adalah Thayyibah —yakni Madinah— dan ia menghapus keburukan sebagaimana api menghilangkan kotoran dari perak.”
at-Thayalisi meriwayatkan bahwa dahulu mereka menyebut Madinah dengan nama Yatsrib, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakannya Thaybah.
Ibnu Hajar meriwayatkan dari Ka‘b al-Ahbar bahwa dalam kitab Allah yang diturunkan kepada Musa, disebutkan bahwa Allah berfirman kepada Madinah, “Wahai Thaybah, wahai Thabah…”
al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di sekeliling Madinah terdapat malaikat, sehingga penyakit tha‘un dan Dajjal tidak akan dapat memasukinya.”
Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa menyebut Madinah dengan nama Yatsrib, maka hendaklah ia memohon ampun kepada Allah. Sesungguhnya namanya adalah Thabah. Ia adalah Thabah.”
as-Suyuthi menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menyebutnya Yatsrib. Sesungguhnya ia adalah Thayibah —yakni Madinah. Barangsiapa menyebut Yatsrib, maka hendaklah ia memohon ampun kepada Allah sebanyak tiga kali. Ia adalah Thayibah. Ia adalah Thayibah. Ia adalah Thayibah.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hamid, bahwasanya ia berkata, “Kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Tabuk. Ketika kami mendekati Madinah, beliau bersabda, “Ini adalah Thabah.”
Ibnu Syabbah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyebut Madinah dengan nama Yatsrib.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diperintahkan untuk hijrah ke sebuah negeri yang akan menghimpun negeri-negeri lainnya. Orang-orang menyebutnya Yatsrib, padahal ia adalah Madinah. Ia akan membersihkan manusia sebagaimana alat seorang pandai besi membersihkan kotoran dari besi.”
al-Qur’an juga menyebut kota tersebut dengan nama Madinah dalam beberapa ayat.
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa nama Yatsrib kemungkinan berasal dari kata at-Tatsrib, yang berarti mencela atau menimpakan keburukan, atau dari kata ats-Tsarb, yang berarti kerusakan. Kedua makna ini mengandung konotasi negatif. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai nama-nama yang baik dan membenci nama-nama yang buruk.
Baca sebelumnya: PIAGAM MADINAH: KONSTITUSI PERDAMAIAN PERTAMA DI DUNIA ISLAM
Baca setelahnya: DEMAM YATSRIB
(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

