PEMBEDA DENGAN KESYIRIKAN DAN KEKAFIRAN

PEMBEDA DENGAN KESYIRIKAN DAN KEKAFIRAN

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةُ

(Pembeda) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan salat.” (HR Muslim)

PENJELASAN

Salat merupakan rukun Islam terbesar setelah dua kalimat syahadat. Oleh karena itu, perintah mengerjakannya dan larangan meninggalkannya disebutkan dalam banyak ayat dan berbagai hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadis ini menunjukkan berbahayanya meremehkan salat. Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadis ini bahwa tidak ada pembeda antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran kecuali meninggalkan salat. Apabila ia meninggalkan salat, maka ia terjatuh ke dalam kesyirikan dan kekafiran. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari hal itu.

Hadis ini juga merupakan dalil yang jelas bahwa meninggalkan salat termasuk di antara dosa-dosa besar. Dosanya lebih besar daripada dosa kemaksiatan yang lain, seperti riba, zina, mencuri, dan minum khamar, padahal semua dosa itu termasuk ke dalam dosa besar. Oleh karena itu, menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah untuk senantiasa menjaga serta memerhatikan salat. Menunaikannya adalah sebab kebaikan dan keberkahan rezeki, serta jalan untuk meraih Surga dan rida Allah Ta’ala.

Baca juga: TERJADINYA SYIRIK DALAM TAUHID ULUHIAH

Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA

Baca juga: SALAT TARAWIH

(Muhammad bin Sulaiman bin Abdullah al-Muhanna)

Fikih