LARANGAN MENYEMBUNYIKAN ILMU

LARANGAN MENYEMBUNYIKAN ILMU

Menyembunyikan ilmu yang telah Allah turunkan merupakan perbuatan terlarang. Allah akan melaknatnya. Begitu pula semua makhluk. Pada Hari Kiamat Allah akan mengikat mulutnya dengan tali kekang dari api Neraka.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَلْعَنُهُمُ اللّٰهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati oleh Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.“ (QS al-Baqarah: 159)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ، أَلْجَمَهُ اللَّهُ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu ia menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikat mulutnya dengan tali kekang dari api Neraka pada Hari Kiamat.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, ath-Thayalisi, Ibnu Abi Syaibah, al-Baghawi, dan al-Hakim)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَتَمَ عِلْمًا، أَلْجَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ

Barangsiapa menyembunyikan ilmu, Allah akan mengikat mulutnya dengan tali kekang dari api Neraka pada Hari Kiamat.” (Hadis hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan al-Khathib al-Baghdadi)

Kandungan Hadis

1️⃣ al-Munawi berkata dalam Faidhul Qadir, “Hadis ini berisi sangsi hukum atas sebuah dosa, karena sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari ahli kitab agar mereka mengajarkan ilmu kepada manusia dan tidak menyembunyikannya. Hal itu merupakan anjuran untuk mengajarkan ilmu, sebab tujuan menimba ilmu adalah menyebarkannya dan mengajak manusia kepada kebenaran. Orang yang menyembunyikan ilmu pada hakikatnya telah membatalkan tujuan ini. Ia amat jauh dari sifat orang yang bijaksana dan mutqin (kokoh ilmunya). Oleh karena itu, balasannya adalah diikat atau dikekang, seperti hewan yang dikendalikan dengan tali kekang. Ia dikekang dari apa yang dikehendakinya. Karakter seorang alim adalah mengajak manusia kepada kebenaran dan membimbing mereka kepada jalan yang lurus.”

2️⃣ al-Baghawi menukil perkataan al-Khaththabi dalam Syarhus Sunnah, “Ilmu yang tidak boleh disembunyikan adalah ilmu yang harus diajarkan kepada orang lain dan hukumnya fardu ain.

Misalnya: Seorang kafir ingin memeluk Islam. Ia berkata, “Ajarilah aku Islam!” Orang yang berilmu yang dimintai penjelasan tidak boleh menahan jawabannya.

Seseorang baru saja masuk Islam. Ia belum dapat mengerjakan salat dengan baik, sementara waktu salat sudah tiba. Ia berkata, “Ajarilah aku cara mengerjakan salat.” Orang yang diminta tidak boleh menyembunyikan ilmunya.

Seseorang datang meminta fatwa tentang halal dan haram. Ia berkata, “Berilah aku fatwa! Bimbinglah aku.” Dalam perkara ini kamu tidak boleh menahan jawabannya.

Barangsiapa menyembunyikan ilmu dengan menahan jawaban, ia telah berdosa. Ia berhak mendapat ancaman tersebut. Namun, tidak demikian jika ilmu yang ditanyakan adalah ilmu yang tidak wajib dan tidak mesti diketahui oleh orang lain. Wallaahu a’lam.”

Baca juga: HARAM MENGAMBIL KHAMAR SEBAGAI OBAT

Baca juga: HARAM MELAKUKAN PENGOBATAN DENGAN BENDA-BENDA HARAM

(Syekh Salim bin ‘Ied-al-Hilali)

Serba-Serbi