JANGAN BERTEMAN DENGAN ORANG YANG BERAKHLAK BURUK

JANGAN BERTEMAN DENGAN ORANG YANG BERAKHLAK BURUK

Di antara bahaya yang mengintai kaum muslimin adalah berteman dengan orang yang berakhlak buruk. Pada dasarnya tabiat manusia suka meniru, dan kebanyakan akhlak manusia terbentuk dari pergaulan sehingga apabila seseorang berteman dengan orang yang berakhlak buruk, bisa jadi akhlaknya yang tadinya baik menjadi buruk.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ. فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang tergantung pada agama teman karibnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa dia berteman karib.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Betapa banyak pemuda/pemudi saleh keesokan harinya rusak akhlaknya gara-gara bersahabat dengan orang yang lemah imannya sehingga terjerumus ke dalam dosa dan cela. Betapa banyak pemuda/pemudi yang tadinya istikamah menjadi contoh dalam perbuatan dosa di kemudian hari. Penyebabnya adalah karena dia rela berteman dengan orang-orang fasik sehingga dia pun menjadi bagian dari mereka, bahkan serupa dengan mereka.

Betapa banyak kejahatan dan kemaksiatan terjadi karena berteman dengan orang-orang yang lemah imannya dan tipis agamanya sehingga jadilah mereka penyeru kesesatan dan kerusakan. Kebanyakan yang menjadi korban adalah pemuda/pemudi yang dahulunya jauh dari mereka. Kemudian dia merasa nyaman berteman dengan mereka. Akhirnya, dia menjadi rusak dan tidak sesuatu pun dapat menyelamatkannya.

Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا. وَلَا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ

Janganlah bersahabat kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah ikut makan bersamamu kecuali orang yang bertakwa.” (Hadis sahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)

Baca juga: MEMILIH TEMAN BERGAUL DAN TEMAN DUDUK

Baca juga: BERBUDI PEKERTI YANG MULIA

Baca juga: KIKIR PENYEBAB KEBINASAAN

(Abdul Lathif bin Hajis al-Ghamidi)

Adab