SIFAT-SIFAT SURGA DAN PARA PENGHUNINYA

SIFAT-SIFAT SURGA DAN PARA PENGHUNINYA

Segala puji bagi Allah Yang Mahabaik lagi Mahamulia, Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, Pemilik karunia yang agung serta kebaikan yang menyeluruh, sempurna, dan meliputi segala sesuatu.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan yang agung. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya yang terpilih lagi mulia.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada Muhammad, kepada keluarga beliau, dan para sahabat beliau yang menempuh jalan yang lurus.

Amma ba’du.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya Allah telah menyediakan Surga bagi orang-orang yang bertakwa.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ۝ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ۝ أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan, (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.” (QS Ali ‘Imran: 134–136)

Di dalamnya terdapat kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati seluruh manusia.

فِيهَا مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Di dalamnya terdapat kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.” (Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim no. 2825, Ahmad no. 22826, Abu ‘Awanah dalam al-Mustakhraj no. 12367, dan al-Baihaqi dalam al-Ba’ts wa an-Nusyur no. 387)

Di dalamnya terdapat sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan aromanya, sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang murni.

Bagi mereka di dalamnya terdapat segala macam buah-buahan dan aneka buah yang lezat rasanya serta mudah dijangkau oleh orang-orang yang hendak mengambilnya. Ada buah-buahan yang mereka pilih dan daging burung yang mereka inginkan. Naungannya terbentang luas dan kebaikannya melimpah tanpa batas. Sungai-sungainya mengalir tanpa parit. Mahasuci dan Mahaberkah Rabb yang disembah.

Sebuah negeri yang Mahamulia Dzat yang menyempurnakan dan membangunnya. Sebuah negeri yang tempat-tempat tinggalnya yang dihiasi dan para penghuninya menyenangkan bagi orang-orang yang berbakti. Sebuah negeri yang di dalamnya jiwa-jiwa memperoleh segala yang dicita-citakan dan diinginkannya.

Taman-tamannya yang indah menghimpun orang-orang pilihan yang saling mencintai. Kebun-kebunnya yang bermekaran menjadi tempat bersenang-senang bagi orang-orang yang merindukannya. Burung-burung merpati dari mutiara dan permata di tepian sungai-sungainya menjadi kegembiraan bagi orang-orang yang memandangnya.

Di dalamnya terdapat perempuan-perempuan yang baik akhlaknya lagi cantik wajahnya. Allah telah menghimpunkan pada diri mereka kecantikan batin dan lahir dari segala sisi. Mereka adalah gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya, seakan-akan mereka mutiara yang tersimpan. Pandangan mereka hanya tertuju kepada pasangan mereka karena kecantikan mereka yang tidak mampu digambarkan oleh orang-orang yang berusaha menggambarkannya. Mereka terpelihara di dalam kemah-kemah dari mutiara dan zamrud, terlindung dari pandangan mata.

Para penghuni Surga menikmati kemurahan Rabb Yang Mahapengasih. Mereka memandang dengan mata mereka kepada wajah-Nya Yang Mahamulia. Apabila mereka melihat Rabb mereka Ta’ala, mereka melupakan kenikmatan yang sedang mereka rasakan.

Seorang penyeru menyeru di seluruh penjuru Surga dengan membawa kabar gembira kepada para penghuninya tentang kekalnya kenikmatan selama-lamanya,

إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَمْرَضُوا أَبَدًا، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا

Sesungguhnya bagi kalian adalah hidup sehingga kalian tidak akan mati selama-lamanya. Sesungguhnya bagi kalian adalah sehat sehingga kalian tidak akan sakit selama-lamanya. Sesungguhnya bagi kalian adalah tetap muda sehingga kalian tidak akan menjadi tua selama-lamanya. Sesungguhnya bagi kalian adalah menikmati kenikmatan sehingga kalian tidak akan mengalami kesengsaraan selama-lamanya.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2837)

Bagi kalian, Rabb Yang Mahamulia akan melimpahkan keridhaan-Nya kepada kalian sehingga Dia tidak akan murka kepada kalian selama-lamanya.

Di dalamnya para sahabat, kerabat, dan orang-orang tercinta saling mengunjungi. Mereka berkumpul di bawah naungannya yang teduh. Mereka saling mengedarkan gelas-gelas berisi ar-rahiq, at-tasnim, dan as-salsabil. Mereka bercengkerama dengan percakapan yang paling baik, membicarakan berbagai nikmat dari Allah, Pelindung Yang Mahaagung.

Telah dicabut dari hati mereka segala kedengkian dan kesedihan. Kegembiraan, kebaikan, kemurahan, dan karunia datang kepada mereka terus-menerus.

Untuk mendapatkan negeri seperti ini hendaklah orang-orang beramal. Dalam mengerjakan amal-amal yang dapat mengantarkan kepadanya hendaklah orang-orang yang berlomba saling berlomba.

Betapa mengherankan, bagaimana mungkin orang yang mencarinya dapat tidur? Bagaimana mungkin orang yang meminangnya tidak bersedia memberikan maharnya? Bagaimana mungkin seseorang merasa nyaman menetap di negeri dunia ini setelah mendengar kabar tentang Surga? Bagaimana mungkin orang-orang yang merindukannya dapat merasa tenteram sebelum memeluk gadis-gadis perawannya?

Jalan menuju Surga adalah mudah bagi orang yang Allah mudahkan untuk menempuhnya, yaitu dengan melaksanakan segala perintah, menjauhi segala larangan, bertobat, dan kembali kepada-Nya.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ وَاعْتِقَادٍ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ وَاعْتِقَادٍ، إِنَّكَ أَنْتَ الْكَرِيمُ الْجَوَادُ

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu Surga dan segala perkataan, perbuatan, serta keyakinan yang mendekatkan kepadanya. Kami berlindung kepada-Mu dari Neraka dan segala perkataan, perbuatan, serta keyakinan yang mendekatkan kepadanya. Sesungguhnya Engkau Mahamulia lagi Maha Pemurah.”

Baca juga: BEBERAPA KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI

Baca juga: BEBERAPA KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI

Baca juga: LARANGAN MANDI ATAU KENCING DI AIR YANG DIAM

Baca juga: KISAH ABU BAKR – ORANG PERTAMA YANG MASUK ISLAM

Baca juga: ALLAH MAHABAIK DAN TIDAK MENERIMA KECUALI YANG BAIK

(Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Khotbah