SURGA DAN NERAKA, NEGERI BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA DAN NEGERI BAGI ORANG-ORANG YANG DURHAKA

SURGA DAN NERAKA, NEGERI BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA DAN NEGERI BAGI ORANG-ORANG YANG DURHAKA

Segala puji bagi Allah yang memberikan taufik kepada siapa yang Dia kehendaki untuk menaati-Nya dan membahagiakannya dengan Surga-Nya. Segala puji bagi Allah, milik-Nya segala kebesaran, keperkasaan, dan keagungan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad, kepada keluarga beliau, serta semoga Allah melimpahkan salam yang sebanyak-banyaknya hingga Hari Kiamat.

Surga dan Neraka adalah dua makhluk ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla yang Dia jadikan sebagai dua tempat tinggal. Yang satu adalah tempat tinggal bagi orang-orang yang bertauhid dan taat, sedangkan yang lain adalah tempat tinggal bagi orang-orang yang berbuat syirik dan bermaksiat. Kedua tempat tersebut tidak akan binasa, bahkan keduanya tetap kekal selama-lamanya.

Allah menghiasi negeri yang pertama, yaitu Surga, dengan taman-taman, istana-istana, kegembiraan, dan kebahagiaan. Allah menghilangkan rasa takut dari para penghuninya dengan menjadikan kehidupan mereka di dalamnya penuh kenikmatan untuk selama-lamanya. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka mereka berada di dalam Surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabb-mu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak pernah terputus.” (QS Hud: 108)

Itulah balasan atas amal-amal mereka selama kehidupan di dunia. Di atas itu semua, bahkan sebelum itu, terdapat karunia, rahmat, dan kebaikan Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan kepada mereka diserukan, ‘Itulah Surga yang diwariskan kepadamu karena apa yang telah kamu kerjakan.’” (QS al-A’raf: 43)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ

“Tidak seorang pun akan masuk Surga karena amalnya.”

Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau juga tidak, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,

لَا، وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Tidak, termasuk aku juga tidak, kecuali jika Allah melimpahkan kepadaku karunia dan rahmat-Nya.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Kemudian Allah melimpahkan kepada mereka berbagai kebaikan dan keberkahan-Nya. Allah menetapkan keridhaan-Nya kepada mereka sehingga Dia tidak akan murka kepada mereka selama-lamanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُنَادِي مُنَادٍ: إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوا فَلَا تَسْقَمُوا أَبَدًا، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا فَلَا تَمُوتُوا أَبَدًا، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلَا تَهْرَمُوا أَبَدًا، وَإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَنْعَمُوا فَلَا تَبْأَسُوا أَبَدًا

Seorang penyeru akan berseru, ‘Sesungguhnya kalian akan selalu sehat dan tidak akan pernah sakit selama-lamanya. Sesungguhnya kalian akan hidup dan tidak akan pernah mati selama-lamanya. Sesungguhnya kalian akan tetap muda dan tidak akan pernah tua selama-lamanya. Sesungguhnya kalian akan terus menikmati kenikmatan dan tidak akan pernah mengalami kesengsaraan selama-lamanya.’” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 2837)

Kemudian Allah menganugerahkan kepada mereka suatu kenikmatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, dan tidak ada kenikmatan yang melebihinya sama sekali, yaitu ketika Allah menyingkap hijab sehingga mereka dapat melihat Rabb mereka. Mereka pun merasakan kenikmatan yang sangat besar dengan memandang-Nya. Wajah-wajah mereka menjadi berseri-seri, dan mereka semakin bertambah gembira serta bersuka cita. Allah Ta’ala berfirman:

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (Surga) dan tambahannya. Wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah para penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS Yunus: 26)

Kata “tambahan” dalam ayat tersebut ditafsirkan sebagai melihat wajah Allah Jalla wa ‘Ala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ: يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

“Apabila para penghuni Surga telah memasuki Surga, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu agar Aku tambahkan kepada kalian?’ Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka?’ Lalu Allah menyingkap hijab. Maka tidak ada sesuatu yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai daripada memandang Rabb mereka ‘Azza wa Jalla.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 181)

Adapun negeri yang kedua, itulah seburuk-buruk negeri. Para penghuninya akan dipenuhi penyesalan ketika mereka merasakan azab, dan mereka berharap seandainya dahulu mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَالَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di dalam Neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya seandainya dahulu kami menaati Allah dan menaati Rasul.’” (QS al-Ahzab: 66)

Mereka berada dalam kesengsaraan yang terus-menerus. Makanan mereka adalah zaqqum dan ghislin, minuman mereka adalah air yang sangat panas dan thinatul khabal, yaitu cairan yang keluar dari penghuni Neraka. Mereka tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup. Bahan bakar Neraka adalah manusia dan batu. Mereka ingin keluar darinya, tetapi mustahil bagi mereka. Allah Ta’ala berfirman:

يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

Mereka ingin keluar dari Neraka, tetapi mereka tidak akan dapat keluar darinya, dan bagi mereka azab yang kekal.” (QS al-Ma’idah: 37)

Allah Ta’ala juga berfirman:

كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan lagi ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka, ‘Rasakanlah azab Neraka yang dahulu kalian dustakan itu.’” (QS as-Sajdah: 20)

Di dalamnya mereka mengeluarkan suara rintihan dan tarikan napas yang keras karena dahsyatnya azab dan hukuman. Allah Ta’ala berfirman:

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

Adapun orang-orang yang celaka, maka mereka berada di dalam Neraka. Di sana mereka mengeluarkan suara rintihan dan tarikan napas yang keras.” (QS Hud: 106)

Adapun pakaian mereka, Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:

سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ

Pakaian mereka terbuat dari qathiran, dan wajah mereka ditutupi oleh api.” (QS Ibrahim: 50)

 Qathiran adalah cairan yang digunakan untuk melumuri unta, dan merupakan sesuatu yang paling mudah terbakar oleh api.

Adapun percakapan mereka hanyalah seruan kebinasaan dan kehancuran, saling melaknat satu sama lain, saling bertengkar, memohon agar azab diringankan, dan meminta dikembalikan ke dunia. Namun, bagaimana mungkin hal itu akan diberikan kepada mereka? Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِنَ النَّارِ

Dan ketika mereka saling berbantah-bantahan di dalam neraka, orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian. Maka dapatkah kalian menghindarkan dari kami sebagian azab Neraka?’” (QS Ghafir: 47)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ

Dan orang-orang yang berada di dalam Neraka berkata kepada para penjaga Jahanam, ‘Mohonkanlah kepada Rabb-mu agar Dia meringankan azab bagi kami walau hanya sehari saja.’” (QS Ghafir: 49)

Meskipun demikian, mereka tetap berada dalam azab yang terus-menerus dan tidak akan pernah diringankan dari mereka selama-lamanya. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari keadaan mereka.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu Surga dan segala perkataan serta amalan yang mendekatkan kepadanya. Kami berlindung kepada-Mu dari Neraka dan segala perkataan serta amalan yang mendekatkan kepadanya.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, kepada keluarga beliau, dan limpahkanlah salam yang sebanyak-banyaknya hingga Hari Kiamat.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Baca juga: SIFAT PENGHUNI SURGA

Baca juga: DZIKIR SETELAH WUDHU

Baca juga: MENJADI IMAM BAGI ORANG BERTAKWA

Baca juga: MANDI JUNUB: SUNAH BERSAMA DAN KEWAJIBAN MERATA

Baca juga: BALASAN BAGI ORANG YANG DITINGGAL MATI ORANG YANG DICINTAINYA

(Fuad bin Abdul Aziz asy-Syalhub)

Akidah