Segala puji bagi Allah yang telah menanamkan keimanan dalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka dapat menyaksikan dengan mata hati dan cahaya ilmu apa yang tidak dapat dilihat oleh mata.
Kami bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia Yang Mahahidup, sempurna dalam kehidupan-Nya; Yang Maha Mengetahui, sempurna dalam ilmu-Nya; Yang Mahakuasa, sempurna dalam kekuasaan-Nya. Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah mengatakan kepadanya, “Jadilah,” maka jadilah ia.
Kami juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, imam orang-orang yang bertakwa, penutup para nabi, dan pemimpin orang-orang beriman. Beliau beriman lalu meyakini dengan penuh keyakinan, beramal lalu menyempurnakannya, dan terus istiqamah di atas hal itu hingga datang kepadanya al-yaqin (kematian).
Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada beliau, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Pembalasan.
Amma ba’du.
Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala, berimanlah kepada-Nya, dan sempurnakanlah keimanan kalian dengan mengenal Rabb kalian melalui nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya, serta dengan mengamalkan konsekuensi dan tuntutan yang diwajibkan oleh nama-nama dan sifat-sifat tersebut.
Berimanlah bahwa Allah Mahahidup lagi Mahaberdiri Sendiri. Kehidupan-Nya sempurna, tidak didahului oleh ketiadaan dan tidak akan diikuti oleh kebinasaan. Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya.
Dia adalah Yang Awal, yang tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya. Dia adalah Yang Akhir, yang tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya. Dia adalah Yang Mahatinggi, yang tidak ada sesuatu pun di atas-Nya. Dia adalah Yang Maha Dekat, yang tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat daripada-Nya.
Dia adalah Penegak langit dan bumi. Dia berdiri sendiri dan tidak membutuhkan seorang pun dari makhluk-Nya.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي
“Sesungguhnya kalian tidak akan mampu memberikan mudarat kepada-Ku sehingga kalian dapat memudaratkan-Ku, dan kalian tidak akan mampu memberikan manfaat kepada-Ku sehingga kalian dapat memberi manfaat kepada-Ku.” (Hadis ini merupakan bagian dari hadis yang diriwayatkan oleh Muslim no. 2577)
Dia-lah yang dengan perintah-Nya langit dan bumi tegak berdiri. Tidak seorang pun dari makhluk-Nya dapat merasa cukup tanpa-Nya. Seluruh hamba sangat membutuhkan-Nya dalam segala keadaan dan setiap waktu mereka. Mereka tidak dapat merasa cukup dari Rabb mereka walaupun hanya sekejap mata.
Berimanlah bahwa Allah Mahamengetahui segala sesuatu, Mahamemelihara dan Mahamengawasi segala sesuatu, serta bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Pada sisi-Nya kunci-kunci semua yang ghaib. Tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, tidak pula sesuatu yang basah dan tidak pula yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata.” (QS al-An’am: 59)
Maka seluruh gerak dan diam kalian, perkataan dan perbuatan kalian, diketahui oleh Rabb kalian, terjaga untuk kalian, dan tercatat atas kalian dalam kitab yang jelas. Karena itu, wahai orang-orang yang dirahmati Allah, wujudkanlah keimanan kepada sifat ini, yaitu sifat ilmu Allah. Wujudkanlah dengan penerapan yang nyata dalam amal, sebagaimana kalian diperintahkan untuk mewujudkannya dalam bentuk keyakinan dan pengetahuan.
Apabila kalian mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan, serta menjaga dan mencatat semua itu untuk kalian, maka konsekuensinya adalah kalian beribadah kepada-Nya baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mendahulukan ketaatan dan rasa takut kepada-Nya di atas segala bentuk rasa takut yang lain, serta mendahulukan syariat-Nya di atas setiap syariat dan sistem yang lain.
Wahai muslim, terkadang engkau bermaksiat kepada Allah secara terang-terangan dan terbuka tanpa rasa peduli. Terkadang pula engkau bermaksiat kepada Allah secara sembunyi-sembunyi dan tersembunyi karena takut atau malu kepada manusia. Ketahuilah bahwa dalam kedua keadaan tersebut, amalmu tidak tersembunyi dari Allah. Allah mengetahui dan mendengar apa yang engkau ucapkan, melihat apa yang engkau lakukan, serta mencatat semuanya dalam kitab yang jelas. Setelah mengetahui hal itu, pantaskah engkau masih berani menyelisihi perintah-Nya atau melakukan apa yang telah Dia larang?
Wahai hamba-hamba Allah, berimanlah bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan bahwa Dia Mahapemurah lagi Mahamulia. Tidak ada sesuatu pun di langit maupun di bumi yang dapat melemahkan Allah. Sesungguhnya Dia Mahamengetahui lagi Mahakuasa. Dia Mahakuasa untuk mengubah berbagai keadaan dan memalingkannya, Mahakuasa untuk menghalangi berbagai perkara maupun memudahkannya.
وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ
“Perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti sekejap mata.” (QS al-Qamar: 50)
Betapa banyak tanda-tanda di langit dan di bumi yang menunjukkan kekuasaan-Nya, serta bahwa seluruh urusan berada di tangan-Nya. Apabila kalian benar-benar meyakini hal tersebut, maka hal tersebut mengharuskan kalian untuk menggantungkan harapan kalian kepada-Nya ketika menghadapi kesulitan, memohon kepada-Nya apa yang kalian butuhkan ketika memiliki berbagai keperluan, serta mengetahui bahwa kekuasaan dan kehendak-Nya berada di atas segala sebab.
Betapa banyak perkara yang terjadi padahal manusia menganggap terjadinya hal itu sangat jauh kemungkinan terjadinya. Betapa banyak perkara yang tidak terjadi padahal manusia menganggap mustahil hal itu tidak terjadi. Semua itu merupakan bukti bahwa kekuasaan Allah berada di atas setiap perkiraan, dan pengaturan-Nya berada di atas setiap bentuk perencanaan.
Wahai hamba-hamba Allah, berimanlah bahwa Allah Mahabijaksana, yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Dia tidak menciptakan makhluk dengan sia-sia dan tidak mensyariatkan suatu syariat dengan kebodohan. Segala sesuatu yang Dia tetapkan dan takdirkan pasti mengandung hikmah, dan segala perintah serta larangan yang Dia syariatkan bagi hamba-hamba-Nya juga mengandung hikmah.
Apabila kalian beriman kepada hal tersebut dengan sebenar-benarnya keimanan, maka hal tersebut mengharuskan kalian untuk berhenti pada batas-batas perbuatan dan hukum-hukum Allah, tidak membantah syariat dan ciptaan-Nya, serta beradab dengan adab yang wajib terhadap hikmah Allah.
Jika hikmah itu tampak jelas bagi kalian, maka itu termasuk karunia dan nikmat Allah. Namun jika hikmah itu tidak tampak jelas bagi kalian, maka serahkanlah urusan itu kepada Allah Yang Mahamengetahui lagi Mahabijaksana. Ketahuilah kesempurnaan ilmu dan hikmah Allah serta kekurangan ilmu dan hikmah kalian. Ucapkanlah:
رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ ﷺ نَبِيًّا
“Kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Islam sebagai agama kami, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi kami.”
Bagaimana mungkin seseorang yang beriman kepada Allah, ilmu-Nya, dan hikmah-Nya membantah syariat Allah? Bagaimana mungkin seseorang yang beriman kepada Allah, ilmu-Nya, dan hikmah-Nya membantah takdir dan ketetapan-Nya?
Wahai kaum muslimin, berimanlah bahwa Allah adalah Hakim Yang Mahamenetapkan hukum, Mahaadil, lagi Mahaperkasa. Apabila kalian benar-benar mewujudkan keimanan kepada hal tersebut, maka hal tersebut akan mengharuskan kalian untuk bersikap adil terhadap diri kalian sendiri dan menjauhi kezaliman. Sebab, di atas kekuasaan kalian ada kekuasaan Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa.
Ketahuilah bahwa kalian akan berdiri di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla pada suatu hari, ketika hak orang yang dizalimi akan diambil dari orang yang menzaliminya. Sampai-sampai seorang hakim yang adil akan berharap seandainya ia tidak pernah memutuskan perkara antara dua orang sekalipun hanya dalam masalah sebutir kurma, karena ia melihat betapa seriusnya urusan tuntutan kezaliman. Ia khawatir telah berbuat zalim, sehingga ia berharap dapat selamat darinya. Namun hakim yang adil, yang mengetahui kebenaran lalu memutuskan perkara berdasarkan kebenaran itu, tidak menanggung dosa dan tidak pula akibat buruk. Bahkan ia termasuk penghuni Surga. Demikian pula para pemimpin dan pejabat yang memutuskan perkara dengan adil.
Hendaklah para pemegang kekuasaan berhati-hati agar tidak berbuat zalim, dan hendaklah mereka selalu mengingat bahwa Allah adalah Hakim Yang Mahaadil lagi Mahaperkasa.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Milik Allah nama-nama yang paling indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam nama-nama-Nya. Kelak mereka akan diberi balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-A’raf: 180)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Baca juga: RUKUN IMAN – BERIMAN KEPADA ALLAH
Baca juga: RUKUN IMAN: BERIMAN KEPADA TAKDIR
Baca juga: JAGALAH ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJAGAMU
Baca juga: TIGA WASIAT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Baca juga: LARANGAN DIJAUHI SEPENUHNYA, PERINTAH DILAKSANAKAN SESUAI KEMAMPUAN
(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

