MEMUKUL HINGGA PINGSAN DAN MELEMPAR DENGAN BATU

MEMUKUL HINGGA PINGSAN DAN MELEMPAR DENGAN BATU

Di antara bentuk serangan fisik terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy untuk menghentikan dakwah beliau adalah memukul hingga pingsan, melempar dengan batu, berniat membunuh, dan memukul hingga berdarah.

Memukul Hingga Pingsan

Orang-orang musyrik memukuli Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga pingsan. Melihat penganiyaan itu, Abu Bakr bangkit dan berteriak, “Celakalah kalian! Apakah kalian ingin membunuh seseorang hanya karena ia mengatakan Rabbku adalah Allah?”

Mereka meninggalkan beliau, namun sebagai gantinya mereka memukuli Abu Bakr.

Utaibah bin Abu Lahab pun pernah menyakiti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia merobek baju beliau dan meludahi wajahnya. Namun ludahnya tidak mengenai beliau. Saat itu beliau berdoa, “Ya Allah, kuasakanlah atasnya anjing dari anjing-anjing milik-Mu.”

Doa beliau pun dikabulkan. Utaibah dirobek-robek oleh binatang buas saat berada di Zarqa’ di wilayah Syam.

Melempar dengan Batu

Ummu Jamil Arwa atau ‘Aura’ binti Harb, adik perempuan Abu Sufyan −istri Abu Lahab− berusaha menyerang beliau dengan batu. Namun Allah melindungi beliau dari serangan itu.

Ummu Jamil juga sering membawa kayu bakar yang diletakkan di jalan yang akan dilalui oleh Rasulullah, sebagaimana dikisahkan oleh al-Qur’an:

وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).” (QS al-Lahab: 4)

Berniat membunuh

Beberapa orang Quraisy berkumpul di Hijir. Mereka berjanji demi Lata, Uzza dan Manat, serta Na’ilah dan Isaf.

Mereka berkata, “Jika kita melihat Muhammad, kita akan menghampirinya bersama-sama dan tidak akan meninggalkannya hingga berhasil membunuhnya.”

Fathimah, putri beliau, yang mengetahui pembicaraan mereka, memberitahu ayahnya rencana itu. Maka beliau mendatangi mereka dan melempar mereka dengan segenggam pasir. Mereka yang terkena pasir tewas pada perang Badar dalam keadaan kafir.

Memukul hingga Berdarah

Suatu hari Jibril ‘alaihissalam mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tengah duduk dalam keadaan bersedih dan luka berdarah karena dipukul oleh penduduk Makkah.

Jibril bertanya, “Ada apa denganmu?”

Beliau menjawab, “Orang-orang itu telah melakukan ini kepadaku.”

“Maukah engkau kutunjukkan satu tanda kebenaran?” tanya Jibril.

Beliau menjawab, “Mau.”

Jibril melihat sebatang pohon yang berada di balik lembah. “Panggillah pohon itu!” perintah Jibril kepada beliau.

Beliau memanggilnya. Pohon itu menghampiri beliau hingga tegak di depan beliau.

Jibril berkata, “Perintahkanlah agar ia kembali ke tempat semula!”

Beliau pun memerintahkannya. Pohon itu kembali ke tempat semula.

Beliau berkata, “Cukuplah itu bagiku.”

Kebanyakan serangan fisik yang diderita oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terjadi setelah kematian Abu Thalib.

Baca sebelumnya: MENCEKIK LEHER DAN MELETAKKAN KOTORAN DI PUNDAK RASULULLAH

Baca sesudahnya: SERANGAN FISIK TERHADAP PARA SAHABAT YANG TINGGAL DI MAKKAH

(Prof Dr Mahdi Rizqullah Ahmad)

Kisah