Dari Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu perkataan yang setelah itu aku tidak perlu lagi bertanya kepada seorang pun selain engkau.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
قُلْ آمَنْتُ بِا للهِ، ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah.” (Diriwayatkan oleh Muslim no. 38/62)
PENJELASAN
Laki-laki ini meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu perkataan yang menghimpun seluruh kebaikan, bermanfaat, dan dapat mengantarkan pelakunya kepada keberuntungan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk beriman kepada Allah.
Keimanan kepada Allah mencakup segala sesuatu yang wajib diyakini, berupa akidah-akidah iman dan pokok-pokoknya, serta segala yang mengikutinya, seperti amalan-amalan hati, tunduk dan berserah diri kepada Allah, baik secara lahir maupun batin.
Kemudian beliau memerintahkannya untuk terus-menerus berada di atas keimanan tersebut dan beristiqamah di atasnya hingga meninggal dunia. Hal ini serupa dengan firman Allah Ta’ala:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka beristiqamah, maka para malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, ‘Janganlah kalian takut dan janganlah bersedih hati, serta bergembiralah dengan Surga yang telah dijanjikan kepada kalian.’” (QS Fushshilat: 30)
Allah menjadikan keimanan dan istiqamah sebagai sebab keselamatan dari seluruh keburukan serta sebab diperolehnya Surga dan seluruh kenikmatan yang dicintai.
Banyak nash al-Qur’an dan as-Sunnah menunjukkan bahwa iman mencakup apa yang ada di dalam hati berupa akidah yang benar, amalan-amalan hati seperti kecenderungan kepada kebaikan, takut terhadap keburukan, menginginkan kebaikan, dan membenci keburukan. Iman juga mencakup amalan-amalan anggota badan, dan semua itu tidak akan sempurna kecuali dengan keteguhan dan istiqamah di atasnya.
Baca juga: ISTIQAMAH
Baca juga: BERIMAN DAN ISTIQAMAH
Baca juga: KEADAAN ORANG YANG MENGENAL ALLAH
Baca juga: DZIKIR YANG RINGAN DIUCAPKAN, BERAT DI TIMBANGAN
Baca juga: RUKUN IMAN: BERIMAN KEPADA ALLAH
(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

