AGAMA ADALAH NASIHAT

AGAMA ADALAH NASIHAT

Dari Tamim ad-Dari, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

Agama adalah nasihat. Agama adalah nasihat. Agama adalah nasihat.”

Para sahabat bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,

للهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْن وَعَامَّتِهِمْ

Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, serta untuk para imam kaum muslimin dan kaum muslimin umumnya.” (HR Muslim)

PENJELASAN

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulang-ulang kalimat ini untuk menunjukkan betapa pentingnnya kalimat ini, dan untuk memberi petunjuk kepada umatnya agar mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa agama seluruhnya, baik lahir maupun batin, berpijak pada nasihat, yaitu menegakkan secara sempurna lima hak, yaitu:

🔵 Nasihat untuk Allah artinya mengakui keesaan Allah Ta’ala, mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Zat yang memiliki sifat-sifat yang sempurna yang tidak disamai oleh siapa pun dari segala sisi, melaksanakan segala bentuk peribadatan kepada-Nya secara lahir dan batin, kembali kepada-Nya di setiap waktu dengan beribadah, serta memohon dengan penuh harap dan cemas disertai tobat dan istigfar yang berkesinambungan.

Seorang hamba sadar atau tidak sadar pasti melakukan kekurangan dalam menunaikan kewajiban-kewajibannya kepada Allah, atau lancang melakukan sebagian perkara yang diharamkan. Dengan tobat dan istigfar yang berkesinambungan, maka kekurangan itu tertutupi, amal dan perkataannya terlengkapi.

🔵 Nasihat untuk kitab Allah adalah menghapal, merenungkan, mempelajari lafaz-lafaz dan maknanya, serta bersungguh-sungguh mengamalkannya, baik pada diri sendiri maupun selainnya.

🔵 Nasihat untuk Rasul Allah adalah beriman kepadanya dan mencintainya, mendahulukan kecintaan kepadanya di atas kecintaan kepada diri sendiri, harta dan anak, mengikutinya pada pokok-pokok agama dan cabang-cabangnya, mendahulukan perkataannya di atas perkataan siapa pun, serta bersungguh-sungguh dalam mengikuti petunjuknya dan membela agamanya.

🔵 Nasihat untuk imam kaum muslimin (yaitu pemimpin kaum muslimin, termasuk pemimpin negara, gubernur, hakim, dan pejabat mana pun yang memiliki kekuasaan umum atau khusus) adalah mengakui kekuasaan yang mereka pegang, mendengar dan taat terhadap perintah dan larangannya, menganjurkan manusia untuk berbuat seperti itu, mengerahkan apa yang dia mampu untuk memberi bimbingan dan penjelasan kepada apa yang bermanfaat bagi mereka dan orang banyak, serta mengingatkan mereka agar senantiasa melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

🔵 Nasihat untuk kaum muslimin secara umum adalah mencintai untuk mereka apa yang dia cintai untuk diri sendiri, membenci untuk mereka apa yang dia benci untuk diri sendiri, bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya karena siapa pun yang mencintai sesuatu dia pasti berusaha untuk mendapatkannya, serta bersungguh-sungguh mewujudkannya dan menyempurnakannya.

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan nasihat dengan lima perkara, yang mencakup pelaksanaan hak-hak Allah, hak-hak kitab-Nya, hak-hak Rasul-Nya, hak-hak seluruh kaum muslimin sesuai keadaan dan tingkatan mereka sehingga mencakup agama seluruhnya. Tidak ada sesuatu pun dari perkara agama melainkan sudah masuk ke dalam perkataan beliau yang lengkap lagi menyeluruh ini. Wallahu a’lam.

Baca juga: BENTUK-BENTUK NASIHAT UNTUK PEMIMPIN

Baca juga: SETIAP MUKMIN HARUS MEMBERI NASIHAT KEPADA SAUDARANYA

Baca juga: HAKIKAT AGAMA ISLAM

(Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Kelembutan Hati