MENGENAL NAMA-NAMA ALLAH: AL-MUTAKABBIR, AL-BARI’, AL-KHALIQ, DAN AR-RAZZAQ

MENGENAL NAMA-NAMA ALLAH: AL-MUTAKABBIR, AL-BARI’, AL-KHALIQ, DAN AR-RAZZAQ

Segala puji bagi Allah Yang Mahatinggi lagi Mahatertinggi, Yang Mahasempurna dalam nama-nama-Nya yang Mahaindah dan sifat-sifat-Nya yang Mahatinggi, Tuhan langit, Tuhan bumi, serta Tuhan akhirat dan dunia.

Kami bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki karunia dan kemurahan yang tidak terhitung. Kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, sebaik-baik orang yang beribadah kepada Allah dan menyeru kepada-Nya.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, keluarga beliau, para sahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan dengan sempurna.

Amma ba’du.

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah Ta’ala dan ketahuilah bahwa Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barang siapa meng-ihsha’-nya, niscaya ia masuk Surga. Meng-ihsha’ nama-nama tersebut adalah mengetahui lafaznya, memahami maknanya, dan beribadah kepada Allah dengannya.

Di antara nama-nama Allah Ta’ala adalah: Allah, al-Hayyu (Yang Mahahidup), al-Qayyum (Yang Mahaberdiri Sendiri dan terus-menerus mengurus seluruh makhluk), al-’Alim (Yang Maha Mengetahui), al-Qadir (Yang Mahakuasa), as-Sami’ (Yang Mahamendengar), al-Bashir (Yang Mahamelihat), ar-Rahman (Yang Mahapengasih), ar-Rahim (Yang Mahapenyayang), al-’Aziz (Yang Mahaperkasa), al-Hakim (Yang Mahabijaksana), al-Qawiy (Yang Mahakuat), al-Malik (Yang Maharaja), al-Quddus (Yang Mahasuci), as-Salam (Yang Mahasejahtera dan Mahasempurna dari segala kekurangan), dan al-Jabbar (Yang Mahaperkasa).

Di antara nama-nama Allah Ta’ala adalah al-Mutakabbir (الْمُتَكَبِّرُ), yaitu Dzat yang memiliki kebesaran dan keagungan. Kebesaran merupakan sifat-Nya yang khusus bagi-Nya. Tidak seorang pun dari makhluk boleh menandingi-Nya dalam hal tersebut. Barang siapa menandingi-Nya dalam kebesaran, Allah akan menimpakan kepadanya kehinaan dan kerendahan. Orang-orang yang menyombongkan diri akan dikumpulkan pada Hari Kiamat seperti semut-semut kecil yang diinjak-injak manusia dengan kaki mereka.

Adapun al-Bari’ (الْبَارِي), maka karena kesempurnaan keagungan, keperkasaan, kekuasaan, dan kerajaan-Nya, Dia Subhanahu wa Ta’ala memiliki kekhususan dalam kebesaran dan keagungan.

Di antara nama-nama Allah Ta’ala adalah al-Khaliq (الْخَالِقُ), Yang Mahapencipta, yang menciptakan langit dan bumi beserta segala kemaslahatan yang ada di dalam keduanya serta seluruh makhluk yang berada di antara keduanya. Allah Ta’ala menciptakan semuanya dalam enam hari serta menjadikan ciptaan-Nya dengan sebaik-baik dan sesempurna-sempurnanya.

Allah Ta’ala berfirman:

مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ

“Tidak akan engkau lihat sesuatu yang tidak seimbang dalam ciptaan ar-Rahman.” (QS al-Mulk: 3)

Tidak pula terdapat pertentangan di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman:

فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ ۝ ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

“Maka pandanglah sekali lagi, adakah engkau melihat sesuatu yang cacat? Kemudian ulangilah pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dalam keadaan tidak menemukan cacat dan dalam keadaan letih.” (QS al-Mulk: 3–4)

Allah Ta’ala berfirman:

فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna.” (QS al-Hajj: 5)

Allah Ta’ala juga berfirman:

يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dia-lah yang membentuk kalian di dalam rahim sebagaimana yang Dia kehendaki. Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS Ali ‘Imran: 6)

Allah Ta’ala berfirman:

يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ

“Dia menciptakan kalian di dalam perut ibu kalian, kejadian demi kejadian, dalam tiga kegelapan.” (QS az-Zumar: 6)

Yaitu kegelapan perut, kegelapan rahim, dan kegelapan selaput janin di dalam perut ibunya.

Allah Ta’ala berfirman:

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ

“Yang demikian itu adalah Allah, Rabb kalian. Milik-Nya-lah seluruh kerajaan. Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Dia. Maka bagaimana kalian dapat dipalingkan?” (QS az-Zumar: 6)

Di tempat tersebut, Allah menyediakan bagi kalian makanan yang tidak seorang pun mampu menyampaikannya kepada kalian. Hal itu berlangsung melalui plasenta yang tertanam pada pembuluh-pembuluh di rahim. Plasenta tersebut mengambil dari darah apa yang menjadi nutrisi bagi tubuh janin, sehingga janin tidak memerlukan kencing maupun berak.

Mahasuci Allah, Rabb seluruh alam.

Allah Ta’ala telah menciptakan Kursi-Nya dan ‘Arsy-Nya, dan keduanya termasuk makhluk yang paling besar. Kursi meliputi langit dan bumi. Tidaklah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi dibandingkan dengan Kursi melainkan seperti sebuah gelang yang dilemparkan di suatu tanah lapang yang luas.

Adapun ‘Arsy, ar-Rahman bersemayam di atasnya. ‘Arsy merupakan makhluk yang paling besar dan paling tinggi. Tidaklah Kursi dibandingkan dengan ‘Arsy melainkan seperti sebuah gelang yang dilemparkan di suatu tanah lapang yang luas.

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya makhluk-makhluk yang agung ini beserta kesempurnaan dan ketelitian yang terdapat padanya benar-benar merupakan bukti yang nyata atas keagungan dan kesempurnaan Penciptanya. Sesungguhnya Dia telah menciptakan segala sesuatu dengan penuh ketelitian dan menjadikan segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya.

Maka Mahasuci lagi Mahaberkah Allah, sebaik-baik pencipta.

Di antara nama-nama Allah Ta’ala adalah ar-Razzaq (الرَّزَّاقُ), Yang Mahapemberi Rezeki, yang rezeki-Nya meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu pun makhluk melata di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.

Allah memberi rezeki kepada janin di dalam perut ibu, ikan-ikan di dasar lautan, binatang-binatang buas di padang-padang tandus yang luas, dan burung-burung di sarang-sarang yang tinggi. Allah memberi rezeki kepada setiap makhluk hidup dan memberinya petunjuk untuk memperoleh penghidupannya. Dia memberikan kepada segala sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.

Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Dia akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung pergi pada pagi hari dalam keadaan perut kosong dan lapar, kemudian kembali pada petang hari dalam keadaan kenyang, dengan rezeki dan makanan yang telah Allah mudahkan baginya.

Termasuk rezeki dari Allah Ta’ala adalah apa yang Dia karuniakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya berupa akhlak yang baik dan kelapangan jiwa. Termasuk pula rezeki-Nya adalah apa yang Dia karuniakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki berupa ilmu yang bermanfaat, iman yang benar, dan amal saleh yang dilakukan secara terus-menerus. Inilah rezeki terbesar yang Allah karuniakan kepada seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah menetapkan ukuran bagi segala sesuatu.” (QS ath-Thalaq: 2–3)

Dia Subhanahu wa Ta’ala adalah Yang Mahamemberi dan Yang Mahamenahan. Betapa banyak orang yang memohon, lalu Allah memberikan apa yang dimohonkannya. Betapa banyak orang yang membutuhkan, lalu Allah memenuhi kebutuhannya dan menghilangkan kesulitannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala merasa malu kepada hamba-Nya apabila ia mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, lalu Dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong.

Betapa banyak pula bencana yang sebab-sebabnya telah terbentuk, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala mencegahnya menimpa hamba-hamba-Nya dan menjauhkannya dari mereka. Tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Allah berikan dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Allah tahan.

Dia Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat yang di tangan-Nya segala manfaat dan mudarat. Apabila suatu manfaat datang kepadamu, maka itu berasal dari Allah. Apabila suatu bahaya menimpamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia.

Seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Seandainya seluruh manusia berkumpul untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu, mereka tidak akan mampu membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.

Rabb-mu adalah Dzat yang mengatur dan mengurus makhluk-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki. Maka berlindunglah kepada-Nya ketika menghadapi berbagai kesulitan, niscaya engkau mendapati-Nya dekat. Bersegeralah kepada-Nya dengan berdoa, niscaya engkau mendapati-Nya mengabulkan doa. Apabila engkau melakukan keburukan atau menzalimi dirimu sendiri, maka mohonlah ampun kepada-Nya, niscaya engkau mendapati-Nya Mahapengampun lagi Mahapenyayang.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Allah Ta’ala berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Allah memiliki nama-nama yang Mahaindah, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam nama-nama-Nya. Kelak mereka akan diberi balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-A’raf: 180)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Baca juga: TAWAKAL KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA

Baca juga: REZEKI TELAH DITETAPKAN DAN DITULISKAN

Baca juga: MENCARI REZEKI DENGAN BERTAWAKAL KEPADA ALLAH

Baca juga: RUKIAH YANG DIPERBOLEHKAN DAN RUKIAH YANG DILARANG

Baca juga: HAK ANAK ADALAH ORANG TUA MEMILIHKAN NAMA YANG BAIK UNTUKNYA

(Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin)

Khotbah